1/7 Hermès Arceau Petite Lune

Hermes.jpgFoto dok: watchilove.com 

Jam pertama yang wajib masuk ke dalam koleksimu adalah Hermès Arceau Petite Lune. Koleksi yang dibuat oleh Henri d’Origny pada 1978 ini dikenal akan numeral Arabic-nya yang miring serta lug berbentuk sanggurdi yang asimetris. Edisi terbaru dari koleksi Arceau ini dilengkapi dengan 87 batu safir berkilau dan 68 berlian yang tersebar pada steel case sebesar 38 mm dan dial yang terbuat dari mutiara rancangan seniman asal Prancis-Jerman, Edouard Baribeaud. Terinspirasi oleh karya sang maestro teater, William Shakespeare berjudul “A Midsummer Night's Dream”, Baribeaud memposisikan desain bulan yang mengintip di balik langit malam berbintang yang elegan dan playful.

2/7 Vacheron Constantin, Traditionnelle Tourbillon Qilin

Edisi terbatas dari seri 14-day tourbillon, Traditionnelle Tourbillon Qilin adalah jam tangan berornamen yang merepresentasikan kemewahan dan keeleganan penggunanya. Terinspirasi dari sebuag dongeng kuda bersayap dengan sisik naga atau ikan yang disebut qilin, jam yang hanya tersedia sebanyak 18 buah ini akan tersedia untuk dibeli. Casing jam berukuran 42 mm berwarna rose gold ini juga di ukir sepenuhnya oleh tangan dan dilengkapi dengan complicated tourbillon manual-winding movement kaliber 2260.

3/7 Audemars Piguet, Royal Oak Double Balance Wheel Openworked


Royal Oak Double Balance Wheel Openworked saat ini tersedia dalam casing dan gelang keramik serba hitam yang menawan. Keduanya pun juga hadir dengan finishing satin-brushed yang dipoles oleh pembuat jam tangan. Dial inovatif pada jam juga menampilkan double balance wheel mechanism berwarna pink-gold, yang dapat terlihat jelas dari pergelangan tangan dan pada bagian open case back. Warna dan desain yang indah tersebut juga sangat kontras dengan struktur eboni pada jam tangan di samping penanda jam (hour makers) dan jarum jam (dial).

4/7 Zenith, Pilot Type 20 Blueprint


Pilot Type 20 Blueprint mempertahankan elemen khas jam tangan Zenith Pilot. Hadir dengan casing baja yang sangat besar, dengan hasil akhir yang dipoles dan disikat, serta menampilkan tombol onion untuk memudahkan pengguna saat menyesuaikan waktu bahkan saat mengenakan sarung tangan penerbangan. Sisi casing arloji memiliki plakat bertuliskan nomor edisi terbatas hingga 250. Arloji ini juga didukung oleh mesin jam otomatis Elite, yang menawarkan cadangan daya 50 jam. Arloji ini dipasangkan dengan tali kulit dari sapi muda berwarna biru yang mengingatkan pada jaket penerbangan klasik dari kulit domba, disertai gesper pin titanium dan tab khusus yang dapat ditemukan pada helm pilot antik.

5/7 Patek Philippe, Twenty ~4

01155010-pp-4910-1200a-001-lifestyle-2-preview-maxwidth-2000-maxheight-2000-ppi-300-quality-100_article_2000x1333.jpgFoto dok: patek.com

Pertama kali dirilis pada tahun 1999, Twenty ~4 adalah salah satu koleksi Patek Philippe paling laris, yang dikenal dengan desain persegi panjang dan cuff-style bracelets yang ikonik. Dibuat khusus untuk wanita, versi terbarunya kini hadir dalam dua tipe, dengan Arabic numerals yang terbuat dari emas putih dan indikator jam berbentuk trapeze berlapis emas putih.

6/7 Richard Mille RM 71-02 

Richard Mille membangkitkan nuansa glamor pada era disko tahun ’70-an dalam jajaran jam tangan koleksi Talisman. Bertaburkan batu mulia, koleksi RM 71-02 Automatic Tourbillon yang terdiri dari 7 model ini menampilkan warna vibran yang meriah pada seluruh tampilan arloji.

7/7 Dior Grand Bal Watch

Dior.jpgFoto dok: Dior

Dior Joaillerie diam-diam telah membuktikan dirinya sebagai ahli horologi selama bertahun-tahun, dan jam tangan Grand Bal, yang memulai debutnya pada tahun 2011, adalah contoh keindahan dari kemampuan maison. Terinspirasi oleh pertunjukan adibusana pertama Dior pada tahun 1947, koleksi ini dirancang untuk meniru aliran gaun baletnya yang elegan dan menawan. Cengkeraman bulu dan kain sutra dipasang pada pelat jam untuk membangkitkan pemandangan gaun tebal dan lilitan lamé emas.