Tanpa judul.jpg

Foto:Dok.freepik.com

Dalam beberapa tahun belakangan, fenomena investasi selalu menarik untuk diikuti. Apalagi setelah terjadi pandemi dan mulai munculnya kesadaran masyarakat mengenai berbagai instrumen keuangan. Investasi sendiri merupakan salah satu cara yang disarankan saat melakukan perencanaan keuangan. Melalui investasi juga, kamu bisa mulai menata perencanaan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Salah satu sumber investasi yang dapat dicoba adalah SBR atau Savings Bond Ritel. SBR adalah salah satu Surat Berharga Negara/Surat Utang Negara (SUN) yang diedarkan kepada masyarakat. Surat ini dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dan Kementerian Keuangan. SBR pertama kali diluncurkan pada 2014 dan diperkenalkan di beberapa daerah. Karena ini dikeluarkan resmi oleh negara, maka investasi dalam SBR terjamin aman. Ditambah lagi, kamu sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan negara, karena telah berpartisipasi dalam pembiayaan APBN, termasuk untuk membantu pemulihan ekonomi negeri.

 

Akhir Mei 2022, pemerintah kembali meluncurkan SBR seri terbaru, yaitu SBR011. SBR ini mempunyai karakteristik yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption, yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok oleh pemerintah sebelum jatuh tempo. SBR011 juga ditawarkan dengan kupon 5,50% per tahun dan floating with floor. Karena sifatnya yang ‘mengambang’, maka besaran kupon akan disesuaikan dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Jika suku bunga acuan naik, kupon bisa mengikutinya. Namun, jika turun, kupon tidak akan turun lebih rendah daripada batas minimal.

 

SBR011 punya beberapa nilai tambah yang bisa memberimu keuntungan. Seperti memiliki kredibilitas tinggi karena kupon dan pokok yang dijamin dalam undang-undang, mudah diakses karena seluruh transaksi dilakukan melalui online, harga yang terjangkau dengan minimum pembelian Rp 1 juta dengan kelipatan Rp 1 juta, serta memiliki kupon di atas rata-rata tingkat bunga deposito perbankan. SBR011 juga dilengkapi dengan fasilitas early redemption yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan keuangan. Hal yang terpenting, dengan membeli SBR011, kamu turut serta mendukung pembangunan negeri. Menurut Kementerian Keuangan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBR011 akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2022, termasuk di dalamnya untuk membantu pemulihan ekonomi negeri akibat dampak dari pandemi Covid19.

 

Meski begitu, setiap investasi akan selalu ada faktor risikonya. Untuk melihat SBR011, ada tiga faktor risiko yang kemungkinan akan terjadi. Pertama, mengenai Risiko Gagal Bayar (default risk) yang dapat terjadi apabila investor tidak memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan penerbit saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok. Pada SBR011, dipastikan tidak memiliki risiko ini, karena berdasarkan UU SUN (Surat Utang Negara) bahwa negara menjamin  pembayaran kupon dan pokok SUN (termasuk SBR011) sampai jatuh tempo, yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

 

Kedua, mengenai Risiko Likuiditas (liquidity risk) yang terjadi apabila tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu cepat dan harga wajar. SBR011 memiliki risiko ini, karena sifatnya yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, SBR011 memiliki fitur early redemption, yaitu pelunasan sebelum jatuh tempo setelah satu tahun kepemilikan (bulan ke-12) sebesar maksimum 50% dari total kepemilikan.

 

Ketiga, yaitu Risiko Tingkat Bunga (market risk) yang terjadi apabila ada perubahan tingkat bunga di pasar dan mengakibatkan potensi kerugian bagi investor. SBR011 dipastikan tidak memiliki risiko ini, karena nilai pokok tidak berubah mengikuti tingkat bunga di pasar, melainkan mengikuti tingkat bunga BI, yaitu 7-Days Reverse Repo Rate yang memberi jaminan tingkat kupon minimal (floor) sampai waktu jatuh tempo.

 

Siapapun dapat memesan SBR011, selama Ia merupakan WNI yang dapat dibuktikan dengan memiliki KTP beserta NIK yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan juga memiliki NPWP. Hal ini dikarenakan bunga obligasi yang diterima oleh wajib pajak dihitung sebagai penghasilan, sehingga akan dikenakan PPh Final sebesar 10% dari total kupon yang didapat. Jika kamu sudah memenuhi kriteria-kriteria tersebut, pemesanan SBR011 bisa jadi lebih mudah.

 

Untuk pemesanan SBR011, kamu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu yang dapat dilakukan melalui KC/KCP/Sentra Layanan BRI, untuk membuat SID (Single Investor identification) dan rekening surat berharga (rekening efek). Setelahnya, lakukan pendaftaran investor melalui SBN Online BRI. Nantinya, pemesanan dapat dilakukan melalui website SBN Online BRI. Jika sudah berhasil memesan, kamu akan mendapat kode pembayaran (billing codes) yang berfungsi untuk penyetoran dana. Harap berhati-hati, karena kode ini akan kadaluarsa jika dalam waktu tiga jam tidak segera melakukan pembayaran. Setelahnya, kamu akan mendapat NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi complete order pada website SBN Online BRI dan email yang terdaftar. Pada akhirnya, kamu akan menerima bukti konfirmasi kepemilikan SBN melalui email.

 

Masa penawaran SBR011 ini dimulai sejak 25 Mei hingga 16 Juni 2022. Untuk pemesanan BRI Seri SBR011 maka akan mendapatkan penawaran spesial, berupa direct gift yang disesuaikan dengan besaran jumlah pembelian. Info lebih lanjut dapat mengunjungi lihat di sini

 

 

 

Tags: BRI, BRI Prioritas, Investasi BRI