Masa kini, istilah investasi sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dengan kemajuan teknologi yang pesat membuat arus informasi mengenai ragam investasi jadi mudah tergapai. Salah satu ragamnya adalah reksa dana.
33.jpg

 Foto: Dok.unsplash.com

Merujuk pengertian dalam undang-undang pasar modal yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia, tepatnya UU No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 Ayat (27) menjelaskan bahwa reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Singkatnya reksadana merupakan alternatif investasi bagi masyarakat, khususnya bagi pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka dan dikelola oleh manajer investasi sehingga menghasilkan return yang maksimal.

Selayaknya instrumen investasi lainnya, reksa dana memiliki keuntungan dan juga peluang risiko yang perlu kamu ketahui. Keuntungan berinvestasi melalui reksa dana, kamu sebagai pemodal akan mendapatkan sejumlah dana yang cukup besar melalui kumpulan investasi, sehingga memudahkan diversifikasi, baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi. Kamu juga tidak perlu memantau terus menerus, karena nantinya reksa dana ini akan dikelola oleh manajer investasi profesional. Para manajer investasi ini yang akan memantau dan berusaha memberi return maksimal.

Namun, reksa dana juga memiliki beberapa risiko yang perlu kamu ketahui. Ada risiko nilai likuiditas-keadaan di mana manajer investasi mengalami kesulitan dalam menyediakan uang tunai akibat sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption). Lalu risiko berkurangnya nilai unit penyertaan-risiko yang dipengaruhi  oleh turunnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio reksa dana tersebut. Serta masih ada risiko lain seperti risiko nilai tukar dan risiko akibat perubahan kondisi politik dan ekonomi.

Dilihat dari portofolio investasinya, reksa dana dibagi lagi menjadi 5 jenis, yaitu :

1.Reksadana Pasar Uang
Merupakan reksa dana yang mempunyai kebijakan untuk berinvestasi sebanyak 100% pada instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang adalah surat berharga yang jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun, termasuk deposito di bank. Surat utang yang diterbitkan oleh korporasi dan negara seperti Obligasi Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel, juga termasuk pasar uang apabila pada saat reksa dana membeli obligasi tersebut, jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun. Reksadana ini cocok untuk profil sangat konservatif dengan tujuan jangka pendek dan dapat dicairkan kapan saja (likuid).

2.Reksadana Pendapatan Tetap
Reksa dana ini memiliki kebijakan untuk berinvestasi minimal 80% pada efek utang atau instrumen obligasi dengan jatuh tempo di atas 1 tahun. Cocok untuk profil konservatif dengan tujuan jangka pendek hingga menengah (sampai 3 tahun) dan dapat mempertahankan nilai investasi, serta memperoleh hasil investasi sesuai dengan tingkat risiko jangka menengah.

3.Reksadana Campuran
Dalam reksa dana campuran, diwajibkan untuk berinvestasi pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang, dengan komposisi masing-masing paling banyak 79 % (salah satu instrumen diperbolehkan maksimal 79%, sisanya mengikuti ketentuan). Ketiga instrumen tersebut harus dimiliki pada saat yang bersamaan, tidak boleh hanya satu atau dua. Reksa dana ini cocok untuk tujuan jangka menengah dengan profil moderat dan memiliki pendapatan serta pertumbuhan yang stabil.

4.Reksadana Saham
Merupakan reksa dana yang memiliki kebijakan untuk berinvestasi pada saham, minimal sebanyak 80% dari total nilai aktiva bersih. Sehingga reksa dana ini dikenal dengan tingkat profil risiko paling agresif. Reksadana saham cocok untuk tujuan jangka panjang, lebih atau sama dengan lima tahun.

5.Reksadana Terproteksi
Ini adalah jenis reksa dana yang akan memberi proteksi hingga 100% pokok investasi investor pada saat jatuh tempo (dengan ketentuan minimal 80%-100% untuk efek yang bersifat utang dan 0-20% untuk instrumen pasar uang dan/atau deposito). Cocok untuk jangka waktu pendek hingga menengah, yang sudah ditetapkan sebelumnya melalui manajer investasi. Reksa dana ini juga mampu menjaga likuiditas dapat dicairkan sesuai periodenya tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi.

Saat ini, BRI telah bekerja sama dengan 6 Manajer Investasi profesional dan berpengalaman. Terdapat lebih dari 40 pilihan produk reksa dana yang disesuaikan dengan profil risiko investor berdasarkan jenis reksa dana sehingga nasabah bisa lebih leluasa memilih sesuai kebutuhannya.

Untuk mengetahui profil dan faktor risiko serta menentukan reksadana terbaik, konsultasikan perencanaan keuangan Anda bersama Priority Banking Officer BRI yang tersertifikasi dan berpengalaman. Mari bertumbuh dari generasi ke generasi bersama BRI Prioritas.

Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini