Prestasi tiga siswa-siswi dari SMA Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berhasil menggegerkan publik. Yazid Rafli Akbar (16) bersama dua kakak kelasnya, Anggina Rafitri (17) dan Aysa Aurealya Maharani (17), meraih medali emas di bidang Life Sciences pada ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan, beberapa waktu lalu. Mereka berhasil memenangkan kompetisi tersebut setelah sukses meneliti tanaman herbal asal Kalimantan bernama Bajakah, yang digadang-gadang mampu menyembuhkan kanker payudara. 

 b2302c50173d890de9a13b87b3c483b7.jpg

Foto: MI/Bary Fatahillah

Obat kanker tersebut berasal dari batang pohon tunggal bernama Bajakah yang tumbuh di hutan Kalimantan. Inspirasi awal berasal dari keluarga Yazid yang telah menggunakan kayu Bajakah turun-temurun. Setelah mengonsumsi tanaman ini, nenek Yazid yang menderita kanker payudara sembuh hingga sekarang.

Berbekal bimbingan dari guru-guru sekolahnya, mereka menggunakan dua ekor tikus kecil sebagai bahan percobaan. Pertama-tama, kedua tikus disuntik dengan zat pertumbuhan sel kanker. Satu tikus diberi bawang dayak dalam bentuk cairan, dan yang satu lagi diberikan air rebusan dari kayu Bajakah. Dalam 50 hari, tikus yang diberi bawang dayak mati, sedangkan tikus yang diberi air rebusan daun Bajakah tetap aktif dan bahkan bisa berkembang biak. 

Lalu, apakah benar Bajakah adalah obat yang bisa menyembuhkan kanker payudara? Menurut Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, memang banyak tanaman herbal Indonesia yang bisa menjadi obat kanker dan tanaman Bajakah adalah salah satunya. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak berharap berlebihan terhadap tanaman ini karena butuh proses yang panjang untuk memastikan bahwa sesuatu memang benar-benar dapat menyembuhkan kanker manusia.

Akan tetapi, pencapaian ketiga pelajar ini sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Congrats guys


Baca juga: 5 Top Foods For Flat Abs