Sekilas mengenai Busan International Film Festival

1.jpegFoto dok: Alchetron.com

Busan International Film Festival (BIFF) adalah festival film internasional terbesar di Asia yang berfokus untuk mengenalkan berbagai film baru serta sutradara pemula dari seluruh negara di Asia. Diselenggarakan secara rutin sejak tahun 1966, festival film ini juga bertujuan merangkul sebanyak mungkin penonton muda untuk menikmati dan menghargai berbaga film lintas negara.

Tahun ini, BIFF kembali diselenggarakan pada 6 hingga 15 Oktober 2021. Digelar di Busan Center Cinema, Korea Selatan, ajang bergengsi ini akan menampilkan 223 film dari 70 negara. Empat diantaranya adalah flm Tanah Air yang berhasil lolos seleksi.

Adapun tiga program utamanya adalah:

A Window on Asian Cinema – sebuah program yang menyoroti berbagai film dari para sutradara di Asia paling berbakat serta karya sutradara yang sudah mapan dalam industri perfilman.

New Currents – kompetisi internasional yang menampilkan film fitur pertama atau kedua oleh future directors di industri perfilman Asia

Wide Angle – program yang didedikasikan untuk menampilkan film pendek, film eksperimental, animasi serta film dokumenter yang menawarkan sudut pandang sinematik yang luas dan visi yang berbeda.

Berikut ini empat film Indonesia yang berhasil lolos seleksi dalam ajang Busan International Film Festival 2021.

1/4 Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Bagi kamu pecinta karya-karya penulis kelahiran Tasikmalaya, Eka Kurniawan maka “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” pastinya sudah tak asing lagi didengar. Bercerita mengenai lelaki muda bernama, Ajo Kawir dengan segala lika-liku kehidupannya, novel ini mengajak pembaca untuk menyelami berbagai pengalaman hidup yang tak selalu indah mulai dari patah hati, kehilangan jati diri hingga trauma buruk. Kesederhanaan kata-kata yang dibalut dengan komedi serta alur cerita yang unik nan jenaka tersebut berhasil dirangkum dalam sebuah film karya sutradara, Edwin berjudul sama. Pengerjaannya pun tak main-main. Pasalnya, proyek film ini sudah dikerjakan sejak tahun 2016 dan persiapan syutingnya dimulai pada tahun 2019. Setelah merampungkan seluruh prosesnya, film ini pun langsung menuju ke ajang Locarno International Film Festival pada bulan Agustus lalu di Switzerland dan sukses meraih penghargaan Golden Leopard. Kesuksesan tersebut pun kini berlanjut dengan lolosnya film ini ke Busan International Film Festival 2021. Bagi kamu yang penasaran dengan cast-nya, film ini menghadirkan deretan aktris dan aktor berbakat mulai dari Reza Rahardian, Ladya Cheryl dan Marthino Lio.

2/4 Laut Memanggilku

Film kedua yang berhasil lolos seleksi Busan International Film Festival 2021 adalah “Laut Memanggilku”. Disutradarai oleh Tumpal Tampubolon, film ini menceritakan tentang kerinduan seorang anak kecil. Pada salah satu wawancaranya, Tumpal mengatakan bahwa film ini lahir dari rasa kehilangan akan hal-hal sederhana, seperti sentuhan dan interaksi sesama manusia yang hilang akibat pandemi. “Melalui film ini saya memikirkan ulang makna dari sentuhan, bagaimana selama ini sentuhan dari orang-orang dan makhluk hidup lainnya, telah membentuk, merawat, mengobati, dan menemani saya. Saya belajar bahwa saya tidak sendirian,” ujarnya tentang inspirasi dari Laut Memanggilku. Selain berhasil lolos seleksi kompetisi film pendek dalam program Wide Angle,  “Laut Memanggilku” juga akan menjadi world premiere.

3/4 Yuni

Film selanjutnya yang berhasil lolos seleksi BIFF dalam program A Window on Asian Cinema adalah “Yuni”. Disutradarai oleh Kamila Andini, film ini terinspirasi dari salah satu puisi terkenal karya penyair legendaris Tanah Air, Sapardi Djoko Damono berjudul “Hujan di Bulan Juni”. Menghadirkan tema mengenai kebebasan perempuan dan hak menentukan nasib sendiri, film ini bercerita tentang seorang remaja SMA yang penuh mimpi namun dihadapkan pada pilihan tawaran lamaran menikah.

4/4 Penyalin Cahaya

Film keempat yang lolos seleksi BIFF adalah “Penyalin Cahaya” karya sutradara Wregas Bhanuteja. Film yang dibintangi oleh Shenina Cinnamon ini bercerita mengenai seorang perempuan bernama Sur yang kehilangan beasiswa kuliah karena dianggap telah mencemarkan nama kampusnya di mana swafotonya ketika mabuk tersebar luas. Merasa tidak mengingat kejadian tersebut, ia pun memulai misi dalam mencari kebenaran. Penyalin Cahaya berkompetisi di program kompetisi utama bernama New Currents dan akan menjadi penayangan perdana (world premiere) di Busan International Film Festival 2021.