Setelah dibatalkan tahun lalu akibat pandemi, Cannes Film Festival akhirnya kembali digelar. Sejumlah film yang diantisipasi para penikmatnya juga akan tayang dan bersaing di bebagai kategori competition, termasuk karya para sutaradara Asia yang patut diperhitungkan.  

Berikut lima film yang wajib masuk ke dalam daftar tontonanmu.
 
1/5 Emergency Declaration, Korea Selatan

Disutradarai oleh Han Jae-rim, “Emergency Declaration” patut masuk ke dalam daftar tontonanmu. Menghadirkan alur cerita yang mendebarkan bertemakan bencana, film ini juga menampilkan deretan aktor ternama, di antaranya adalah Song Kang Ho, Jeon Do Yeon, Lee Byung Hun, Kim Nam Gil, Im Siwan, Kim So Jin dan Park Hae Joon. Sesuai dengan judulnya, film ini bercerita mengenai sebuah pesawat yang harus melakukan pendaratan darurat sebelum sampai ke tempat tujuan. “Emergency Declaration” akan diputar untuk kategori out of competition.

2/5 Drive My Car, Jepang

Ryusuke Hamaguchi menjadi salah satu sutradara yang karyanya patut diperhitungkan. Pada tahun 2018 lalu, salah satu filmnya berjudul  “Asako I & II” masuk ke dalam kategori yang pantas besaing untuk mendapatkan pernghargaan bergengsi, Palme d’Or. Tidak hanya itu saja, di bawah arahannya, film “Wife of Spy” juga berhasil memenangkan Silver Lion di Venice International Film Festival. Tahun ini, sutradara asal Jepang tersebut hadir dengan sebuah film yang diadaptasi dari cerita pendek karya Haruki Murakami, “Drive My Car”.

Film adaptasi yang berdurasi tiga jam ini menceritakan tentang hubungan seorang aktor duda dengan pengemudi mobilnya, yang adalah seorang perempuan muda. Kesan pertama mereka tidak menyenangkan, tetapi hubungan kedekatan pun berkembang di antara keduanya.

3/5 Memoria, Thailand

Memoria.jpegFoto dok: of Kick the Machine Films, Burning, Anna Sanders Films, Match Factory Productions, ZDF/Arte and Piano, 2021

“Memoria” adalah film Thailand pertama dalam 11 tahun yang sukses menjadi bagian dari line-up pada Cannes Film Festival. Disutradarai oleh Apichatpong Weerasethakul, filmini mengambil latar di Bogota, Kolombia dan dibintangi oleh aktris ternama, Tilda Swinton sebagai Jessica, seorang wanita dari Skotlandia yang telah berpetualang ke seluruh pelosok negara tersebut. Setelah dikejutkan oleh suara keras, ia pun pergi mencari dari mana sumber suara tersebut berasal. Film ini juga merupakan hasil produksi internasional yang melibatkan lebih dari 10 perusahaan produksi dari Kolombia, Thailand hingga Cina. Memoria juga menandai ketiga kalinya Weerasethakul diundang ke festival film bergengsi ini setelah filmnya “Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives” berhasil memenangkan Palme d’Or pada tahun 2010 dan “Cemetery of Splendour” yang ditayangkan di Cannes pada tahun 2015.

4/5 Ripples of Life, China

Ripples.pngFoto dok: Rediance

Tahun ini akan menjadi tahun ketiga bagi sutradara asal China, Wei Shujun tampil di Cannes Film Festival setelah film debutnya “Striding Into The Wild” masuk ke dalam seleksi resmi pada festival tahun lalu. Namun sayangnya, film tersebut tidak diputar secara resmi mengingat bahwa acaranya tertunda akibat pandemi.

“Ripples bercerita mengenai kru film yang sedang melakukan syuting di kota terpencil, Yongan. Produksi tersebut terhambat oleh konflik tak berujung antara sutradara dan sang penulis. Pada saat yang bersamaan, seorang bintang yang membawa kru tersebut untuk berkunjung ke kampung halamannya yang terpencil, mencoba untuk mengenal kembali tempat dimana ia dibesarkan. Film ini juga masuk ke dalam kategori Directors’ Fortnight.

5/5 Moneyboys, Taiwan

Menjadi sebuah film produksi antara Austria, Jepang, Belgia dan Taiwan, “Moneyboys” merupakan film fitur pertama sang penulis dan sutradara C.B. Yi yang bercerita mengenai kehidupan seorang penipu jalanan, Fei (Kai Ko) yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Pada saat yang bersamaan, fei juga bertemu dengan seorang pria bernama Long dan menemukan kehidupan baru sampai cinta pertamanya, Xiaolai muncul dan mengingatkannya kembali akan kehidupan kelamnya di masa lalu.

Pada debut film ini, Yi juga berkerjasama dengan sinematografer Jean-Louis Vialard yang juga pernah berkolaborasi dengan Weerasethakul pada film “Tropical Malady” (2004). “Moneyboys” juga masuk ke dalam daftar Un Certain Regard di Festival Film Cannes.  

Source: hk.asiatatler.com