Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini sangatlah berbeda. Di tengah pandemi, berkumpul bersama keluarga besar, teman dekat atau bersilaturahmi ke rumah kerabat belum dapat kita lakukan. Maka, untuk mengisi lebaran kali ini, berkumpul bersama keluarga inti dan menghabiskan waktu untuk melakukan berbagai aktivitas menarik wajib dilakukan seperti menonton 5 film yang akan membawamu bernostalgia ke momen lebaran di tahun-tahun sebelumnya ini. Berikut ulasannya.
 
1/5 Children of Heaven

Masih ingat dengan film Children of Heaven? Film asal Iran yang sering diputar di televisi saat Hari Raya Idul Fitri ini sebenarnya memiliki jalan cerita yang sangat sederhana, yaitu tentang petualangan kakak beradik yang kehilangan sepatu. Film anak karya sutradara asal Iran, Majid Majidi yang dirilis pada tahun 1997 ini sangat popular dan bahkan sempat memenangkan beberapa penghargaan internasional seperti Fajr Film Festival, Montreal World Film Festival, Warsawa International Film Festival, Singapore International Film Festival, dan penghargaan bergengsi Oscar tahun 1999. Pertama kali ditayangkan di Indonesia pada 1 Juli 2000, ‘Children of Heaven’ berkisah tentang kakak beradik bernama Ali dan Zahra yang terlahir di keluarga miskin. Karena ayahnya tidak memiliki uang yang cukup, Ali dan Zahra harus bergantian memakai sepatu ketika bersekolah. Namun, suatu hari Ali secara tidak sengaja menghilangkan sepatunya pada saat menghutang sayuran di pasar. Demi mengganti sepatu tersebut, Ali pun rela mengikuti perlombaan lari marathon di sekolahnya dan berharap mendapat juara ketiga alih-alih mendapat hadiah sepatu. Namun, di akhir film Ali tidak mendapatkan juara tiga melainkan menjadi juara satu. Cerita yang sangat sederhana ini sangat sarat akan pesan moral dan menggambarkan kehidupan keluarga yang membutuhkan di pinggiran kota Iran.
 
2/5 A Separation

Disutradari oleh Asghar Farhadi, ‘A Separation’ adalah film yang jeli menangkap kegelisahan dan permasalahan kelas menengah dan kelas bawah di Iran. Di rilis pada tahun 2011, film ini bercerita mengenai pasangan suami istri, Nader dan Simin yang hendak bercerai. Alasannya pun sangat sederhana yaitu karena Simin ingin pindah ke luar negeri karena ia beranggapan negara lain lebih cocok untuk membesarkan anak perempuan mereka, Tarmeh. Masalah pun muncul ketika Nader menolak keinginan istrinya dengan alasan harus menjaga ayahnya yang menderita Alzheimer. Di tengah masa perceraian, Simin tinggal di rumah ibunya dan membuat Nader kesulitan untuk mengurus rumah, Tarmeh dan ayahnya. Mengatasi masalah tersebut, Nader pun mempekerjakan Razieh, seorang pembantu rumah tangga yang selalu membawa anak perempuannya saat ia bekerja. Konflik selanjutnya muncul ketika Nader mendapati ayahnya tertidur dengan tangan terikat dan mengusir Razieh dengan tuduhan mencuri.
 
3/5 The Kite Runner

Diangkat dari novel berjudul yang sama karya Khaled Hosseini, film berdurasi dua jam ini mengisahkan tentang persahabatan dua orang anak, Amir Khan dan Hassan, yang berbeda kedudukan sosialnya. Amir adalah anak dari seorang pengusaha dan antikomunis, sementara Hassan adalah anak seorang Pembantu di rumah Amir Khan yang bernama Ali. Bersahabat dengan Amir Khan bukanlah suatu hal yang mudah baginya karena dirinya kerap kali disudutkan sebagai seorang Hazzara atau sebuah kaum “terbuang” di Afghanistan dan dianggap berkedudukan paling rendah karena perawakannya. Selain status sosial, film ini juga menceritakan tentang sebuah kultur kehidupan Afghanistan dari segi kondisi ekonomi, politik, sosial, hingga pertahanan Afghanistan saat itu. Berlatar belakang perang konflik di Afghanistan, film ini merupakan potret sebuah kehidupan pasca jatuhnya monarki Afghanistan dalam invasi Uni Soviet.
 
4/5 Bajrangi Bhaijaan

Sempat popular di tahun 2015, film India karya Kabir Khan ini masih tetap dinikmati para penikmat film di dunia hingga saat ini. Merupakan salah satu film tersukses dengan pemasukan sekitar Rp 2 triliun, film yang dibintangi oleh Salman Khan dan Kareena Kapoor ini mengisahkan seorang gadis kecil bernama Munni (Shahida) asal Pakistan yang terpisah dari ibunya saat berada di India. Dalam perjalanannya kembali, ia dibantu oleh seorang pria India bernama Bajrangi. Turut serta, jurnalis bernama Chand yang tertarik mendengar kisah Munni. Film drama komedi India keluaran tahun 2015 ini mampu menghadirkan banyak rasa yang teraduk di dalamnya dan sangat tepat dinikmati bersama keluarga pada saat perayaan Idul Fitri.
 
5/5 Miracle in Cell No.7

Miracle in Cell No.7 merupakan salah satu film drama terbaik dan juga diklaim sebagai film paling menyedihkan di Korea Selatan. Dirilis pada tahun 2013, film garapan Lee Hwa-Kyung ini mengisahkan tentang Lee Yong Goo seorang ayah yang menderita keterbelakangan mental dan putri kecilnya Ye Sung. Suatu ketika, Ye Sung memiliki suatu keinginan untuk memiliki tas kuning bergambar Sailor Moon. Namun, ketika hendak membelinya, tas tersebut sudah dibeli oleh seorang anak dari komisaris polisi. Lee Yong Goo sempat meminta anak tersebut untuk menjualnya ke Ye Sung, namun anak tersebut enggan memberikannya. Lalu beberapa hari setelahnya anak komisaris polisi itu menemui Le Yong Goo dan memberitahu jika ada toko lain yang menjual tas serupa. Namun, pada saat perjalanan anak tersebut terjatuh dan meninggal dan ia pun terjebak dalam kasus penculikan, kekerasan seksual dan pembunuhan. Film ini pun juga sudah banyak diadptasi di berbagai negara, salah satunya adalah Miracle in Cell No.7 atau ‘Yedinci Kogustaki Mucize’versi Turkish yang di putar di Netflix. Di Indonesia sendiri, film ini juga di-remake oleh Falcon Pictures dengan judul yang sama yang dimainkan oleh Vino G. Bastian, Bryan Domani dan Tora Sudiro.