Meski saat ini kita sudah memasuki era New Normal, pandemi COVID19 masih memiliki dampak yang besar dalam berbagai kegiatan termasuk kegiatan pameran seni yang terpaksa dihentikan sementara. Salah satu kegiatan seni yang terdampak situasi ini adalah sebuah pameran yang diinisiasi oleh rumah mode asal Italia, Gucci.
 
Bertajuk ‘No Space Just a Place – Eterotopia,’ eksibisi seni tersebut awalnya dijadwalkan untuk berlangsung pada 12 Maret hingga 15 Juni 2020. Namun hal ini pun terpaksa harus ditunda dan sebagai alternatif, para pecinta mode dan seni yang ingin menikmati karya-karya seni dalam pameran ini dapat memanfaatkan tur virtual yang dapat di akses di sini. Tur virtual ini juga akan tersedia untuk dinikmati hingga 12 Juli 2020.

duyung-min.pngFoto dok: Gucci

Dikurasi oleh Myriam Ben, tema Eterotopia dalam judul pameran ini merupakan gabungan kata Yunani ‘etero’ yang berarti ‘lain’ atau ‘berbeda’ dan ‘topos’ yang artinya ‘tempat’ dan ruang.’ Ide ini juga dicetuskan oleh sang Direktur Kreatif Gucci, Alessandro Michele yang merupakan hasil refleksinya mengenai dunia alternatif yang utopis dengan berbagai gagasan baru, yang berbeda dari narasi-narasi besar masa kini.

Mengambil inspirasi dari sejarah kompleks ruang seni alternatif dan independen di Seoul dan refleksi Gucci Art Director, Alessandro Michele pada eterotopia, pameran ini mengusulkan definisi baru tentang apa yang disebut ‘ruang lain’ sebagai tempat untuk membangun masa depan yang berbeda dan diinginkan melalui cara baru bagi manusia untuk berhubungan satu sama lain dan dengan lingkungan sekitarnya.

lee-min.pngFoto dok: Gucci

Di Seoul sendiri, ruang seni alternatif dan independen merupakan tempat-tempat bersejarah yang menghuni etalase toko, loteng, dudang dan tempat-tempat lain yang saat ini ditinggalkan oleh arus utama. Mereka menghadapi netralitas "kotak putih" galeri komersial dengan mempromosikan karya yang seringkali melibatkan politik, eksperimental, dan lebih mementingkan perdebatan artistik daripada kelayakan komersial.

Sejak kemunculan spontan inisiatif-inisiatif ini pada akhir 1990-an di Seoul, semakin banyak proyek yang terlibat dalam praktik mempertanyakan ekosistem seni secara kritis. Berkaca pada hal tersebut, “No Space, Just a Place” bertujuan untuk memberikan visibilitas pada tempat-tempat radikal ini untuk mengeksplorasi "alternatif" mereka sebagai alat konseptual yang digunakan untuk memikirkan otonomi, menentang otoritas dan meramalkan narasi baru untuk masa depan.

Screenshot at Jun 23 15-51-22.pngFoto dok: Gucci

Dalam pameran virtual ini, para pengunjung juga dapat melihat interpretasi artistik para seniman mengenai dunia “baru” yang mereka aspirasikan yang meliputi isu kemanusiaan seperti identitas, gender, rasisme, kekuasaan serta kebudayaan. Beberapa seniman internasional yang berpartisipasi dalam pameran ini antara lain Meriem Bennani, Olivia Erlanger, Cécile B. Evans, Kang Seung Lee dan Martine Syms.

Bertempat di 3 lantai gedung Daelim Museum, Seoul, Korea Selatan, pameran ini juga menampilkan karya-karya dari independent art spaces yaitu Audio Visual Pavilion, Boan1942, D/P, Hapjungjigu, OF, Post Territory Ujeongguk, Space Illi, Space One, Tastehouse dan White Noise. Pameran ini juga dipandu oleh Kai, salah satu personel grup idola K-pop EXO.