Lomography.jpg

Foto dok: Lomography

Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah. Tak terkecuali fotografi. Dengan berbagai pilihan kamera digital di pasaran, para pecinta fotografi dapat memilih brand kamera apa yang cocok untuk digunakan. Meski saat ini jarang dilirik, kamera analog masih digemari beberapa kalangan, terutama anak muda yang sedang ingin bereksperimentasi dengan fotografi. Jika kamu sedang ingin mendalami kamera analog, berikut tujuh kamera yang dapat kamu coba.

1/7 Diana F+  

F+.jpgFoto dok: Lomography 

Salah satu kamera analog yang saat ini masih banyak diincar oleh para penggemar fotografi adalah kamera Lomo. Lomo sendiri merupakan singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Penggabungan Mekanis Optik Leningrad) yang pertama kali diperkenalkan oleh sebuah pabrik lensa di St. Petersburg, Rusia. Meski terbuat dari plastik, kamera Lomo akan mengajakmu untuk berkesperimen dan mencoba berbagai teknik pengambilan gambar.

Salah satu yang paling banyak dicari adalah Diana F+. Kamera ringan ini memiliki lensa 75 mm dengan tiga pengaturan aperture, yaitu f/11, f/16 dan f/22. Selain itu, kamera ini juga memiliki kecepatan rana 1/60 per detik yang juga dilengkapi dengan pengaturan bulb untuk mengatur lamanya bukaan rana dan kunci rana yang bisa digunakan untuk eksposur panjang. Bagi kamu yang ingin mendapatkan hasil foto dengan efek dreamy, Diana F+ juga dilengkapi dengan flash copot pasang yang dilengkapi dengan gel flash dalam berbagai warna. Jika kamu menyukai gambar dengan efek yang unik dan artistik, Diana F+ adalah kamera yang cocok untuk kamu gunakan. Untuk film-nya sendiri, kamera ini menggunakan film 120 atau 62mm yang biasa disebut medium format. Lomography sendiri juga menawarkan berbagai roll film dengan berbagai ukuran dan warna. Untuk mengetahui lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi website resminya di sini.  

2/7 Kodak M35

Kodak .jpegFoto dok: Kodak

Hadir dalam berbagai warna seperti merah muda, ungu, biru, hijau, kuning dan merah, Kodak M35 adalah kamera analog yang belakangan ini banyak digemari kalangan anak muda. Dilengkapi dengan built-in flash, kamera disposable ini dapat digunakan berkali-kali dengan roll film 35 mm. Selain itu, kamera ini juga dilengkapi dengan fixed focus lens, manual film winding and rewinding, dan sudah dilengkapi juga dengan tombol untuk turn flash on/off. Dengan berat 100 gram serta ukurannya yang handy, kamera ini tentunya sangat mudah dan praktis dibawa kemana-mana.

3/7 Lomography Simple Use Lomochrome Purple - Disposable Camera 

Purple1.jpgFoto dok: uk.pcmag.com 

Baru-baru ini, Lomography juga memperkenalkan kamera disposable terbarunya yaitu, Lomography Simple Use Lomochrome Purple yang menggunakan roll film 35mm. Meski disposable, kamera ini bisa direload kembali dan kamu pun dapat menggunakan roll film dari merek apapun. Memberikan tampilan unik pada setiap bidikan dengan nada desaturasi dan kontras yang disempurnakan, kamera ringan ini juga dilengkapi dengan built-in flash serta color gel flash filters dalam warna kuning, biru dan magenta. Selain itu kamu juga dapat mencoba berbagai roll film khas Lomography yang dapat kamu lihat di sini.

4/7 Diana Mini

Mini.jpgFoto dok: shopmoment.com

Masih dengan brand yang sama, penerus dari Diana F+ ini terbuat dari bahan plastik dan mampu mengabadikan foto dalam satu roll film 35 mm atau half format. Ada beberapa hal menarik yang dapat kamu temukan saat menggunakan Diana Mini. Ketika ingin membidik objek, kamu akan menemukan bahwa kamera ini dilengkapi dengan viewfinder yang cukup kecil dan memiliki shutter speed yang lebih lambat, yaitu 1/60s. Sama seperti Diana F+, kamera ini juga dilengkapi dengan flash serta roll film dengan berbagai warna yang dapat kamu temukan di sini.

5/7 Fujica M1

FUJIKA.jpgFoto dok: id.carousell.com 

Kamera analog yang diproduksi pada tahun 1980 ini memiliki varian warna yang cukup beragam, mulai dari merah, putih, biru hingga hijau. Dilengkapi dengan fitur shutter speed 1/60 hingga 1/100 detik dan fokus 0.5 hingga 2 meter, kamera ini cukup populer pada masanya. Selain itu, kamera ini juga menggunakan roll film 35 mm dan kamu pun dapat menggunakan berbagai merek, termasuk menggunakan produk film roll Lomography.

6/7 Yashica FX Super 2000

Yashica.jpgFoto dok: Vintage Camera Lab

Diproduksi pada tahun 1986, Yashica FX Super 2000 dilengkapi dengan light meter yang memudahkan penggunanya untuk mengatur intensitas cahaya serta memiliki fitur shutter speed hingga 1/2000 detik. Tidak kalah dengan kamera analog lainnya, kamera ini juga sangat handy dan praktis untuk dibawa kemana-mana.

7/7 Fisheye 2

fisheye.jpgFoto dok: Lomography 

Untuk hasil foto yang unik, Fisheye 2 dari Lomography juga bisa menjadi kamera yang patut dipertimbangkan. Dilengkapi dengan satu shutter speed, satu pengaturan aperture, dan fixed lense, gambar yang dihasilkan memiliki sudut pandang nyaris 180 derajat seperti yang diharapkan dari lensa fisheye. Selain itu, Fisheye 2 juga hadir dengan tiga shutter mode, yaitu Bulb, Normal, dan MX (Multiple Exposure) yang dikendalikan melalui mode switch di depan viewfinder. Kamera ini juga menggunakan compact 35 mm roll film dan dibekali dengan fitur serta kendali pemotretan yang lebih lengkap daripada pendahulunya, Fisheye One. Beberapa di antaranya adalah tambahan hot shoe untuk memasang flash serta fitur bulb.

Catatan:

ANALOG.jpgFoto dok: resourcemagonline.com

Jika kamu merupakan pemula, ketujuh kamera diatas merupakan beberapa kamera yang mudah untuk dioperasikan. Meski kamera ini terbilang murah, roll film yang saat ini tersedia di pasaran memiliki harga yang cukup mahal. Selain itu, kamu juga akan mengeluarkan biaya tambahan untuk mencetak foto setelah menggunakannya. Untuk cara pemasangan roll film, detail fitur serta cara penggunaan, pastikan kamu melakukan riset terlebih dahulu. Selamat bereksperimen dan mencoba.