Screenshot at Oct 08 13-32-20.pngFoto: Dok. rappler.com 

Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung secara resmi mengumumkan akan menutup pabrik manufaktur ponsel mereka di daerah Huizhou, Guangdong, Tiongkok. Samsung diketahui memiliki 3 pabrik manufaktur di Tiongkok dan jika pabrik ini ditutup, maka otomatis Samsung tidak lagi memiliki pabrik manufaktur di Negeri Tirai Bambu. 

Sebelumnya, Samsung diketahui sudah menutup 2 pabrik manufakturnya yang berada di daerah Shenzhen dan Tianjin, Tiongkok pada tahun 2018 lalu. 

Menurut pemberitaan di media Korea, penutupan pabrik Samsung di Tiongkok disebabkan oleh beratnya persaingan dengan beberapa brand ponsel asli asal Tiongkok, sebut saja seperti Huawei. 

Seorang analis dari perusahaan sekuritas turut memberikan pendapat bahwa masyarakat Tiongkok lebih condong membeli handphone lokal atau kelas atas seperti Apple, sehingga sulit bagi Samsung untuk menembus pasar Tiongkok.

Namun kendati memiliki angka penjualan yang rendah di Tiongkok, perusahaan yang berdiri pada tahun 1938 ini akan tetap memproduksi ponsel mereka di beberapa negera Asia lainnya seperti Vietnam dan India.

Penutupan pabrik Samsung di Guangdong ini tentu memberikan dampak kepada para karyawannya. Sehingga pihak Samsung dikabarkan akan memberikan sebuah penghargaan atas kontribusi yang sudah diberikan.

Screenshot at Oct 08 13-28-50.pngFoto: Dok. Flickr 

Dilansir postingan twitter satu pegawai Samsung, para karyawan diberikan produk Samsung secara gratis. Bagi karyawan yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun akan diberikan ponsel Galaxy S10+. Sedangkan yang bekerja kurang dari 10 tahun akan diberikan ponsel Galaxy A80.  Tidak hanya ponsel, mereka juga beberapa ada yang mendapatkan jam tangan dan juga uang tunai.

Baca juga: Instagram Luncurkan Panduan Pengunaan Untuk Membantu Orang Tua Dalam Memantau Aktivitas Anak di Instagram 

Tags: Arts And Culture, Samsung, Teknologi