richard branson.jpg Foto dok: virgin.com

Pernahkah kamu bermimpi untuk menjalajahi ruang angkasa? Dahulu kala, tur antariksa masih dianggap buaian belaka, namun saat ini hal tersebut dapat sangat diwujudkan.

Baru-baru ini perusahaan pesawat luar angkasa komersial yang bernaung di bawah Virgin Group, Virgin Galactic, milik bilioner Richard Branson, mengumumkan kerja sama dengan NASA untuk menyediakan wisata antariksa secara komersil.

Pada pengumuman yang digelar pada Senin lalu (23/6), Virgin Group telah secara resmi mendatangani kesepakatan (Space Act agreement) dengan NASA untuk mendorong partisipasi komersial dalam penerbangan manusia secara orbital ke Stasiun Angkasa International (ISS).

Dalam hal ini, Virgin Galactic akan bertanggungjawab sebagai penghubung antara perusahaan, organisasi, maupun individu yang membutuhkan transportasi dan berminat untuk melakukan perjalanan tur ke ISS.

CEO Virgin Galactic, George Whitesides juga mengatakan pada salah satu wawancaranya bahwa tur luar angkasa ini tidak hanya diperuntukkan bagi para bilioner saja tetapi juga diperuntukkan bagi para peneliti independent atau bahkan peneliti dari pemerintahan.

Whitesides juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya memungkinkan pihaknya untuk menggunakan platform luar angkasa, tetapi juga menawarkan infrastruktur pelatihan ruang angkasa kepada NASA dan lembaga lainnya.

“Berdasarkan komitmen pelanggan spaceflight yang luar biasa, kami dengan bangga membagikan wawasan yang akan membantu pertumbuhan pasar lain dalam ekonomi luar angkasa [space economy],” ujar Whitesides pada media Verge.

Inisiatif tersebut juga menjadikan Virgin Galactic serupa dengan agen pariwisata antariksa, Space Adventures yang membuka perjalanan luar angkasa bagi pelanggan yang terbang dengan roket Rusia ke ISS.

virgin-galactic.jpgFoto dok: cbc.ca 

Saat ini Kapsul Soyuz (Soyuz capsule) milik Rusia menjadi satu-satunya pilihan transportasi untuk mengunjungi ISS sejak program Space Shuttle NASA berakhir pada 2011 lalu. Kehadiran Virgin Galactic di bawah arahan Branson dapat menjadi alternatif transportasi lain yang dapat digunakan untuk perjalanan antariksa.

Selain Virgin Galactic, perusahaan milik Elon Mask, SpaceX, telah mengirim dua astronot ke ISS dengan awak Dragon dan berencana untuk memulai perjalanan reguler nanti tahun ini. Selain itu, perusahaan Boeing saat ini juga sedang mengembangkan kapsul awak, CST-100 Starliner untuk program tur mengelilingi orbit.

Tidak hanya program dengan NASA, Virgin Galactic juga terus menyempurnakan wisata antariksa mereka dengan memanfaatkan SpaceshipTwo untuk penerbangan ruang angkasa suborbital.