skincare.jpgFoto dok: unsplash.com/@noahbuscher

Dalam beberapa tahun belakangan ini, antusias terhadap produk perawatan wajah organik semakin meningkat. Dari pertanian di pedesaan Vermont, AS hingga padang rumput yang subur di Chhattisgarh, India, lima brand organic skincare ini terinspirasi dari sebuah filosofi farm-to-face untuk para pecinta lingkungan dan produk kecantikan organik.

1/5 Wildsmith Skin

willsmith.pngFoto dok: Wildsmith Skin

Produk pendatang baru untuk perawatan kulit alami ini menyembut Heckfield Place sebagai rumahnya. Perkebunan Georgia tahun 1970an yang terletak di Hampsire, Inggris Selatan ini kini telah diperbaharui menjadi sebuah hotel ramah lingkungan. Terinspirasi oleh hutan Heckfield, yang ditanam pada abad ke-19 oleh William Wildsmith, merek asal Inggris ini juga menggunakan bahan-bahan organik lokal. Awalnya dibuat untuk perawatan age- defying di spa hotel, Wildsmith Skin kini tersedia di seluruh dunia.

2/5 Bamford

bamford.jpgFoto dok: Bamford

Daylesford Organic Farm di Cotswolds Inggris, merupakan salah satu pelopor farm-to-table dining. Ketika pendirinya, Lady Carole Bamford, menyadarai bahwa mengurangi bahan kimia dalam perawatan kulit sama halnya dengan makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Hal tersebut membuat Bamford Skincare menjadi farm-to-face brand yang menggunakan bahan-bahan organik, yang baik bagi kulit. Produk artisanal Bamford juga dikembangkan dengan bantuan terapis di Haybarn Spa, menggunakan bahan-bahan alami yang disertifikasi oleh Soil Association.

3/5 Farmacy

Pharmacy.pngFoto dok: sephora.com

Didirikan oleh Mark Veeder, seorang “perintis tanaman” yang dibesarkan di Christmas Tree Farm di upstate New York, ide untuk mendirikan Farmacy ditemukan saat ia mematenkan Echinacea GreenEnvy, bahan utama ekslusif yang memiliki kandungan tiga kali antioksidan alami daripada akar echinacea biasa. Produk yang lembut serta efektif ini menjadi salah satu merek perawatan wajah yang menuai kesuksesan besar. Sebagai salah satu dari komitmennya, Veeder juga mempekerjakan petani generasi muda untuk meneruskan perkebunannya dan mengembangkan mereknya.

4/5 Tata Harper

tata.pngFoto dok: Tata Harper Skincare

Setelah mengabiskan waktu di New York dan Miami, Tata dan Henry Harper pindah ke sebuah pertanian organik seluas 485 hektar di Champlain Valleym Vermont, Amerika Serikat bersama ketiga anak mereka untuk menikmati hidup dan mendekatkan diri dengan alam. Di pertanian inilah mereka mendirikan sebuah brand perawatan wajah, Tata Harper Skincare, yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami seperti lavender, arnica, meadowsweet, linden, alfalfa, calendula, serai dan mint. Seluruh produknya juga diformulasikan dan dikemas di tempat yang sama menggunakan teknologi ramah lingkungan.

5/5 UMA Oils

uma.pngFoto dok: UMA oils

Pertanian keluarga Shrankhla Holecek di Chhattisgarh, India merupakan salah satu supplier minyak esensial terbesar untuk berbagai merek internasional seperti Tom Ford dan Estée Lauder. Pada tahun 2016, Holecek mendirikan Uma Oils yang dibangun berdasarkan formulasi rahasia keluarga dan filosofi Aturvedic kuno. Bahan-bahan alami yang digunakan pada produknya ditanam dan dipanen oleh para ahli yang memiliki kecintaan dan dedikasi tinggi terhadap lingkungan. Seluruh proses panen, pembuatan hingga pengemasan juga dilakukan secara mandiri di pertanian seluas 40 hektar ini.