header-laurameroni.com.jpgFoto: Dok. laurameroni.com

Dilema ketika kamu memiliki koleksi pakaian, tas, sepatu, dan aksesori yang cukup banyak, namun ruang penyimpanan yang ada tidak lagi memungkinkan untuk memberi tambahan. Solusinya adalah menambah walk in closet untuk memasukkan dan menata seluruh koleksi yang kamu miliki.

Apalagi kalau saat ini kamu sedang melakukan renovasi atau memang sudah memiliki ruang khusus, namun belum memiliki bayangan seperti apa desain walk in closet yang memadai. Singkatnya, walk in closet merupakan ruangan yang cukup besar dan luas, dengan kaitan untuk menggantung pakaian, memiliki rak-rak tinggi untuk menyimpan koleksi tas dan sepatu, hingga laci untuk menyimpan aksesori. Letaknya biasanya di dekat kamar tidur utama. Layaknya perangkat furnitur dan ruangan lain dalam sebuah rumah, desain walk in closet juga harus mempertimbangkan fungsionalitas dan estetika. Berikut adalah 6 hal yang harus diperhatikan untuk mendesain dan menata walk in closet milikmu.

 

1/6 Perhatikan ukuran, bentuk, dan tata cahaya

1-architecturaldigest.jpgFoto:Dok. architecturaldigest.com

Ada beberapa pilihan bentuk walk in closet yang cukup umum seperti bentuk persegi panjang, huruf L, huruf T, atau bahkan sesuatu yang unik seperti oval. Intinya sesuaikan dengan banyaknya barang yang kamu miliki. Tata cahaya juga patut kamu perhatikan. Dengan menggunakan tata cahaya yang baik akan semakin menambah kemewahan pada closet-mu. Pertimbangkan untuk menggunakan motion sensing lights, under shelf lighting, atau mood lighting.

 

2/6 Meletakkan cermin besar di ruangan

2-tollbrothers.jpgFoto: Dok. tollbrother.com

Tempatkan sebuah cermin besar yang dapat menampilkan tampilan seluruh tubuh. Akan menjadi hal yang menyenangkan untuk bisa mematut diri tampil dengan baik sebelum memulai hari. Omong-omong, tahukah kamu? Dengan menempatkan cermin akan membuat tampilan ruangan jadi terasa lebih luas. Pilih desain yang klasik atau disesuaikan dengan desain dari closet-mu.

 

3/6 Buat penataan pakaian dan aksesori berdasarkan kebutuhan harian

3-thedesigntabloid.jpgFoto: Dok. thedesigntabloid.com

Hemat waktumu pada saat bersiap di pagi hari dengan mengatur pakaian di closet sesuai kebutuhan sehari-hari. Untuk item yang hampir selalu kamu gunakan, simpan sejajar dengan eye level. Semakin jarang barang tersebut digunakan, maka letaknya akan semakin tinggi, misalnya seperti koper atau pakaian/aksesori khusus untuk musim tertentu.

 

4/6 Jangan lupakan jendela

4-luxuryguideusa.jpgFoto: Dok.  luxuryguideusa.com

Pastikan ruangan closet kamu memiliki jendela yang cukup untuk sirkulasi udara dan cahaya. Hal ini juga akan membantu mengurangi lembab pada ruangan. Bahkan ketika kamu hanya memiliki closet yang tidak begitu besar, beri sedikit ruang untuk membuat jendela kecil. Kamu juga bisa menambah fan di langit-langit agar sirkulasi udara dalam ruangan tetap baik. Konsultasikan dengan ahlinya agar pemasangan fan tepat guna sesuai ukuran dan kebutuhan.

 

5/6 Beri ruang untuk rak sepatu dan tas

5-bhg.com.au.jpgFoto: Dok. bhg.com.au

Sebaiknya penyimpanan sepatu dan tas ditempatkan pada rak yang berbeda dengan pakaian. Prinsipnya sama, jika sering digunakan, simpan di bagian rak yang mudah dijangkau. Untuk tas, kamu bisa simpan dalam dustbag dan berikan silica gel untuk menghindari lembab. Sisihkan waktu dalam sebulan untuk membersihkan sepatu dan tas. Sebuah tips lain, untuk menghindari tas yang ‘lecek’, kamu bisa mengisi tas dengan bantal khusus tas atau menggantungnya dengan hook.

 

6/6 Ada rak terbuka

6-huynguyen.jpgFoto: Dok. huynguyen/bythebuilding.com

Untuk kamu yang memiliki sifat fleksibel, penggunaan rak terbuka pada ruang walk-in closet bisa menjadi pilihan yang tepat. Terutama jika kamu lebih suka melihat barang yang sering digunakan mudah terlihat dan berada pada satu wilayah yang sama. Agar tetap terlihat rapi, tempatkan hanya beberapa barang saja, sisanya kamu simpan dalam laci atau lemari yang lain. Sama halnya dengan menggantung pakaian. Hindari menggantung terlalu banyak.