1.jpgFoto dok: LC Studio

Kediaman lama Bruce Lee telah menjadi salah satu destinasi wisata yang kerap dibicarakan oleh para wisatawan ketika berkunjung ke daerah Kowloon Toong.

Berlokasi di jalan 41 Cucumber Road, bangunan yang dulunya dikenal dengan nama “Crane’s Nest” tersebut merupakan rumah dari keluarga almarhum. Beberapa tahun setelah keluarga Lee meninggalkan rumah tersebut, seorang pengusaha asal China bernama Yu Pang-lin membeli dan mengubahnya menjadi sebuah hotel menginap semalam. Namun hotel tersebut diruntuhkan pada tahun 2019 akibat kekecewaan dari banyak pihak termasuk para penggemar aktor legendaris tersebut.

Dua tahun kemudian, properti pribadi dengan dua lantai ini dibangun kembali dan dilengkapi dengan ruangan interior seluas 6.000 kaki persegi dan taman seluas 2.000 kaki persegi dimana pengerjaannya dijadwalkan selesai dalam waktu 8 bulan kedepan. Sebelum melihat hasil akhir dari rumah istimewa ini, berikut lima fakta menarik mengenai properti ini.

1/4 Dibangun kembali sebagai clubhouse

2.jpgFoto dok: LC Studio

Setelah diruntuhkan pada tahun 2019, beredar kabar bahwa kediaman Bruce Lee ini akan diubah menjadi sebuah clubhouse privat yang mewah nan modern. Berita tersebut juga diklarifikasi oleh Shing Yuen Chow, salah satu pendiri perusahaan desain interior LC Studio yang berbasis di Hong Kong yang ditugaskan untuk mengerjakan proyek ini. Dalam wawancaranya Shing juga mengatakan bahwa properti tersebut nantinya hanya bisa diakses oleh sang pemilik serta keluarganya untuk mengadakan pesta ekslusif. Sampai saat ini belum diketahui siapa pemilik sebenarnya.

2/4 Dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan mewah

3.jpgFoto dok: LC Studio

Sesuai dengan konsepnya, clubhouse ini akan menampilkan berbagai fasilitas hiburan mewah untuk menunjang pengadaan acara. Tidak hanya bar dan ruang untuk berdansa, bangunan tersebut juga akan menampilkan ruangan khusus untuk meminum teh bersama, ruang merokok ekslusif, spa, ruang karaoke, ruang mahjong, dan ruang biliar. Untuk menunjang pengalaman bersantap yang memuaskan, properti ini juga menyediakan dua ruang makan yang menampilkan suasana khas restaurant Cina. Ruang serba guna dan ruang bermain anak-anak pun juga turut dibangun agar anak-anak yang datang bisa bermain dengan leluasa dan aman.

3/4 Tetap mempertahankan sejarah kediaman tersebut

4.jpgFoto dok: LC Studio

Pada akhir tahun 2020 yang lalu, sang pemilik baru tetap menginginkan adanya nuansa khas yang mempresentasikan sejarah serta semangat Bruce Lee kepada para desainer yang mengerjakan proyek tersebut. Clubhouse yang diberi nama “ 動。靜之間 “ mempresentasikan arti “antara gerakan dan keheningan”. Nama tersebut diberikan untuk memberikan penghormatan terhadap seni bela diri yang dipelajari oleh aktor tersebut. Para desainer yang terinspirasi dari ajaran tradisional tersebut kemudian merancang bangunan tersebut sedemikian rupa untuk bisa merepresentasikan secara sempurna konsep “tempat untuk beraktivitas dan istirahat”

4/4 Menampilkan kehidupan sang aktor legendaris melalui elemen warna dan interior

55.jpgFoto dok: LC Studio

Untuk mengenang sejarah hidup Bruce Lee dan keluarganya, sang pendiri beserta desainer juga memunculkan unsur dan elemen yang berkaitan dengan masa kejayaan aktor film tersebut.

Kombinasi warna hitam-kuning yang ikonik dalam kostum yang dikenakan Lee dalam film The Game of Death tahun 1978 akan digunakan sebagai pola di dinding. Penggunaan kayu di interior serta “penggunaan warna vintage secara keseluruhan” akan mengacu pada film aksinya tahun 1972 berjudul Fist of Fury. Di salah satu koridor, para desainer menciptakan nunchuck sebagai hiasan—sebuah senjata populer yang digunakan oleh Bruce Lee dalam sebagian besar filmnya.

Para desainer juga mengambil furnitur dari Minotti, permadani dari Sahrai Milano, dan ubin dari Bisazza. Sakelar dan panel pencahayaan berasal dari Buster + Punch, dan wallpaper sebagian besar bersumber dari perusahaan peralatan rumah tangga mewah dari brand Designers' Guild.

Source: hk.asiatatler.com