Sebagai pemain tenis nomor satu dunia, Novak Djokovic merupakan seorang atlit multitalenta. Mulai dari menulis buku, membuka restoran hingga mengusai berbagai bahasa, berikut 7 fakta mengenai dirinya.

Baru-baru ini petenis tunggal putra asal Serbia, Novak Djokovic sukses menorehkan sejarah dengan meraih gelar Grand Slam ke-20 kalinya pada pertandingan Wimbledon 2021. Prestasi ini juga turut mengukuhkan posisinya setara dengan Roger Federer dan Rafel Nadal dalam perolehan gelar turnamen mayor terbanyak.

Pada partai final, Novak berhasil mengalahkan unggulan ketujuh asal Italia, Metto Barrettini 6-7, 6-4, 6-4, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tengah All England Club, London, pada Minggu (11/7).

Petenis berusia 34 tahun tersebut kini telah memenangi tiga dari empat gelar Grand Slam yang sudah berlangsung pada tahun 2021. Dengan demikian, ia masih harus menyabet satu gelar lagi untuk bisa memenangi empat Grand Slam dan satu emas olimpiade di tahun yang sama untuk meraih gelar Golden Slam. Jika hal tersebut terwujud, Novak akan mengalahkan posisi petenis putri asal Jerman, Steffi Graf yang memenangkan gelar tersebut pada 1988 lalu.

Terlepas dari perstasi yang ia ukir dalam dunia olahraga tenis, Novak juga dikenal sebagai atlit multitalenta. Mulai dari menulis buku, membuka restoran hingga mengusai berbagai bahasa, berikut 7 fakta menarik mengenai dirinya.

1/7 Seorang poliglot

poliglot.jpg Foto dok: essentiallysports.com 

Selain mendedikasikan banyak waktunya untuk menjaga kebugaran dan berlatih tenis, Novak Djokovic juga memiliki kecintaan yang mendalam dalam mempelajari bahasa dan budaya. Dalam salah satu wawancaranya dengan media internasional, pemain tenis pria terbaik dunia ini mengatakan bahwa ia telah mempelajari 11 bahasa dan fasih berbicara lima bahasa yang di antaranya adalah Bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman dan Serbia. Ia juga mengaku bahwa keterampilan tersebut sangat membantunya ketika harus berpergian ke berbagai negara untuk bertanding.

2/7 Seorang penulis buku

tulis.jpgFoto dok: 2luxury2.com

Meski menjalani hidup sehat, Novak mengatakan bahwa ia menderita gangguan kesehatan sepanjang hidupnya. Bahkan saat ia berada di puncak ketenaran, petenis berusia 34 tahun ini mengaku sering menderita kelelahan dan masalah pernapasan. Terinspirasi dari masa-masa sulitnya, ia pun memutuskan untuk merubah pola makan yang memecahkan masalahnya. Melalui buku autobiografinya berjudul “Serve to Win: The 14-Day Gluten Free Plan for Physical and Mental Excellence” yang dirilis pada tahun 2013, ia menuliskan perjalanan diet gluten free-nya.

3/7 Pemilik restoran Vegan

 

Ditengah kesibukannya sebagai atlet tenis, mempromosikan buku dan memproduksi film dokumenter, Novak Djokovic masih meluangkan waktunya untuk mengurus sebuah restoran. Eqvita merupakan sebuah restoran vegan yang melayani pelanggan dengan santapan mewah kelas atas dengan menu vegan yang unik. Berlokasi di Monte Carlo, hidangan yang tersedia di restorannya disajikan dengan bahan-bahan organik segar. Vegetable gnocchi, burger kacang hitam dan lauk nasi gandum merupakan tiga menu favorit yang paling di puji oleh para pelanggan di restorannya.

4/7 Memiliki produk makanan sehat

 

Memiliki kecintaan terhadap makanan sehat turut menginspirasi Djokovic untuk memproduksi makanan nutrisinya sendiri yang disebut Djokolife pada tahun 2015 silam.

5/7 Memiliki 20 gelar Grand Slam 

 

Tidak hanya handal dalam berbisnis, menulis dan ahli dalam berbagai bahasa, pencapaian Novak Djokovic di dunia olahraga juga tidak perlu diragukan. Di usianya yang terbilang muda (34 tahun), ia berhasil menyabet 20 gelar Grand Slam. Kemenangan pertamanya ia raih pada tahun 2008 silam pada ajang Australia Terbuka mengalahkan petenis terbaik pada masanya, Stanislas Wawrinka. Pencapaia ini juga menempatkan dirinya setara dengan Roger Federer dan Rafael Nadal dalam perolehan gelar turnamen mayor terbanyak.

6/7 Petenis dengan bayaran termahal

 

Sepanjang karirnya, Novak diketahui menghasilkan lebih dari 134 juta dolar AS (Rp 1,9 triliun) pada setiap pertandingan. Tak diragukan lagi jika ia menjadi atlet tenis dengan bayaran paling mahal sepanjang waktu. Selain itu, ia juga diketahui menghasilkan 50 juta dolar AS (Rp 741 miliar) hasil dari court endorsement pada Juli 2019. Tidak hanya itu saja, ia juga menjadi atlet tenis pertama yang berhasil memenangkan hadiah sebesar 150 juta dolar AS (2,1 Triliun).

7/7 Satu-satunya petenis putra yang memenangkan 9 Gelar Australia Open

Sepanjang karirnya, Novak Djokovic telah meraih rekor-rekor fantastis, seperti menjadi satu-satunya petenis putra yang memenangkan 9 Gelar Australia Terbuka. Tak hanya itu saja, ia juga menduduki ranking petenis putra dengan pencapaian nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan poin 12,113.