Selain disibukkan dengan berbagai aktivitas sosial dan menjalankan bisnis, kedelapan selebriti dan sosialita ini juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap seni. Siapa sajakah mereka? Berikut ulasannya.

1/8 Christine Ay Tjoe

1.png

Seniman, Christine Ay Tjoe berusia sekitar 18 tahun ketika ia mulai melihat dunia dengan cara baru. Dibesarkan di Bandung, dirinya tinggal di sebuah gang kecil yang dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi. Ketika menginjak usia remaja dan menuntut ilmu di Intitut Teknologi Bandung jurusan Desain Grafis, dirinya pun mulai menjelajahi hutan tropis di sekeliling kota dan ia pun langsung jatuh cinta. “Pepohonan adalah makhluk hidup dan mereka sangat berbeda dengan manusia. Mereka begitu tenang dan tidak agresif, namun ia bisa tumbuh begitu besarnya.” Sejak saat itulah dirinya beralih ke alam untuk mencari inspirasi, terutama di era pandemi Covid-19 yang menuntunnya untuk menjelajahi lingkungan sekitar untuk mencari ide. Pada wawancara ekslusifnya dengan Tatler, Christine mengatakan bahwa ia memilih hunian yang ia tempati saat ini karena lokasinya sangat dekat dengan hutan dan berbagai pepohonan yang menghiasi pekarangannya. Taman nan hijau tersebut juga merupakan salah satu yang menginspirasi lukisan terbarunya, yang ditampilkan di White Cube di Hong Kong dari 18 Mei hingga 28 Agustus. Seperti lukisannya yang ikonik, seri terbaru ini memadukan garis antara abstraksi dan figurasi. Menampilkan penggambaran tumbuhan, hewan dan manusia di balik sapuan warna yang dramatis. “Terkadang saya tidak mencoba untuk menambahkan figur tertentu dalam proses melukis, namun gambaran tersebut muncul dalam benak saya dan dengan senang hati saya pun menambahkannya,” ujarnya.

Tidak hanya dunia seni melukis, Christine juga memiliki pengalaman menjadi guru TK dan bekerja di bidang fashion dengan salah satu desainer kenamaan, Biyan. Sebelumnya, ia juga pernah bergabung dengan Red Point, galeri seni grafis yang didirikan oleh teman-temannya di ITB.

2/8 Rosy Riady

Rosy Riady adalah seorang istri dari salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia, Dato’ Sri Prof. Dr Tahir MBA. Di tengah kesibukannya, Rosy selalu menyempatkan diri untuk melukis dan jika dilihat pada laman Instagramnya, kamu pun akan melihat banyak sekali lukisan karyanya, mulai dari pemandangan, bunga hingga banyak karya-karya lainnya yang memukau.

3/8 Sabrina Bensawan

Cantik, cerdas, berhati mulia dan multitalenta adalah beberapa kata yang tepat menggambarkan sosok Sabrina Bensawan. Diusianya yang ke-16 tahun, dirinya telah mendirikan sebuah organisasi non-profit, Shab Shares yang berfokus pada pendidikan, kesehatan dan juga pemberdayaan perempuan. Di sela-sela jadwalnya yang padat, dirinya juga kerap menghabiskan waktu untuk melukis. Seperti yang dapat kamu lihat pada foto di atas ini.

4/8 Carline Darjanto

CEO &Founder Cotton Ink, Carline Darjanto telah mencapai berbagi kesuksesan dalam hidupnya. Selain sukses dengan lini fashionnya, Ibu dua anak ini juga memiliki kegemaran membuat kue. Tidak hanya sekedar hobi, dirinya pun kini mendirikan Carlino Bakes yang menawarkan berbagai macam baked goods yang bisa di beli melalui whatsapp, Tokopedia dan juga Shopee. Mulai dari cookies, Goguma Ppang, madeleine hingga brownies, we can’t help but drool.

5/8 Michelle Worth-Kinghorn

Not only is Michelle Worth-Kinghorn an awesome mum, but she is also a great artist. Seperti yang terlihat pada laman Instagram-nya, certified crystal dealer dan creative entrepreneur ini sering membagikan berbagai hasil karyanya yang menawan pada akunnya, @daftdysnomia.

6/8 Emily Jaury

Di tengah kesibukannya mengelola lini fashionnya, Love and Flair, Emily Jaury juga kerap menghabiskan waktu untuk menjalankan hobinya dalam membuat sketsa. Tidak mengeherankan jika brand-nya menjadi salah satu yang paling digemari oleh para pecinta mode Tanah Air.

7/8 Maudy Ayunda

Selain memiliki kecintaan yang besar terhadap pendidikan, akting dan juga buku, aktris pintar, multitalenta, Maudy Ayunda juga kerap menghabiskan waktu dengan gitarnya. Penyanyi bersuara merdu ini juga dikenal akan lagu-lagunya yang indah seperti “Kamu & Kenangan”, “Tiba-Tiba Cinta Datang”, “Untuk Apa” dan “Bayangkan Rasakan.”

8/8 Fenessa Adikoesoemo

Fenessa.jpg

Ketua Yayasan Museum MACAN, sebuah organisasi non-profit yang berfokus pada pendidikan lewat seni, Fenessa Adikoesoemo dikenal memiliki kecintaan yang mendalam terhadap seni. Dalam perannya, ia berfokus dalam mengembangkan dan memastikan keberlangsungan program publik museum, serta memastikan setiap pameran yang diadakan museum relevan dengan publik regional. Dibesarkan di keluarga pecinta seni, dirinya pun memiliki pengalaman magang di Hirshhorn Museum di Washington DC, Amerika, di mana ia berkesempatan bekerja dengan berbagai departemen sebagai bagian dari risetnya dalam manajemen dan strategi museum. Ia juga mendapat pengalaman langsung dari institusi seni bergengsi The Guggenheim, New York, di mana ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Koleksi. Selain kiprahnya dalam kesenian, Fenessa adalah seorang Staf Manajemen di AKR Land Development sejak 2014. Ia mendapatkan gelar Bachelor of Commerce dari University of Melbourne.