Nama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mungkin sudah sering terdengar di berbagai pemberitaan nasional dan sosial media. Politisi muda kelahiran Jakarta pada tahun 1986 ini merupakan pemain film, presenter, politikus dan aktivis perdagangan manusia yang juga merupakan keponakkan dari calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. 

Siapakah Rahayu Saraswati?

news_34743_1428192954.jpg

Rahayu sendiri merupakan putri dari Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo. Selain itu, Rahayu juga merupakan ponakan dari kandidat calon presiden Prabowo Subianto. Nama  Rahayu Saraswati sendiri telah dikenal terlebih dahulu melalui beberapa film besar yang dibintanginya, yaitu Merah Putih dan Gunung Emas Almayer. Rahayu juga merupakan seorang aktivis perempuan anti perdagangan orang sejak tahun 2009.

Memulai Karirnya Sebagai Publik Figur

8-eb2d85b4a46a3aba5d75d556560f749d.jpgRahayu atau yang akrab disebut dengan Sara, memulai karir aktingnya saat ia terpilih sebagai pemeran utama pada audisi klub drama sekolahnya di Singapura. Untuk mendalami karirnya dalam dunia seni peran, Sara mengambil kursus akting ke International School of Screen Acting di London setelah menamatkan sekolahnya. Selama berada di London, Sara juga ikut bergabung dalam sebuah agensi, yaitu agensi Alexander Personal Management. Namun, ia meninggalkan seluruh kegiatannya di London dan kembali ke Indonesia untuk berkarir. 

Terjun ke Dunia Politik

sara-djojohadikusumo.jpg

Sara mengawali karir politiknya dengan menjabat sebagai kepala di bidang pengembangan melalui sayap partai Gerindra. Kemudian, pada tahun 2013, ia mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPR RI. Saat ini Sara menjabat sebagai legislator di Komisi VIII yang membidangi Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan, serta BNPB dan di Gerindra sebagai ketua DPP bidang Advokasi Perempuan. Ketika terjun ke dunia politik, Sara sudah mantap mengibahkan dirinya untuk kepentingan orang lain.  Tujuan Sara sendiri memasuki dunia politik merupakan tujuan mulia yang ingin bermanfaat bagi banyak orang dan tidak mau terjebak dalam konflik kepentingan tujuan jangka pendek. Saat ini Sara  juga kembali mencalonkan diri sebagi caleg nomor urut 1 dari Gerindra dengan daerah pilihan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

 Pendiri Yayasan Parinama Astha 

 Sara menerima panggilannya untuk bergabung dalam perang melawan perdagangan manusia pada tahun 2009. Panggilan itu didapatnya ketika ia menghadiri konferensi perdagangan manusia di London pada tahun yang sama. Kemudian ia pun mendirikan sebuah Yayasan Parinama Astha (ParTha) di tahun 2012, dengan harapan untuk berada di garis depan pertarungan melawan perdagangan manusia di Indonesia. Yayasan ini bergerak dalam bidang sosial yang memerangi kejahatan penyelundupan manusia, yang merupakan isu yang sering menjadi pembahasan di DPR. ParTha sendiri berfokus kepada 4 hal, yaitu  Prevention (pencegahan), Interception (intersepsi), Prosecution (penuntutan atau keadilan), dan Reintregation (re-integrasi).

Seorang ibu rumah tangga 

Selain disibukkan dengan berbagai aktivitas politik, Sara juga merupakan istri dari Harwendo Aditya Dewanto, dan ibu dari kedua putranya yaitu Naren dan Wira.  Dua profesi ini dijalani Sara dengan sangat baik, dan ia pun juga lihai membagi waktu antara pekerjaan dan juga sebagai ibu rumah tangga.

Baca juga: 5 Kota Dengan Arsitektur Terindah Di Spanyol Yang Wajib Kamu Kunjungi

Tags: Indonesia, Politisi Muda, Rahayu Saraswati