Menurut survei penduduk antar sensus diperkirakan bahwa sekitar 20 juta penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Tidak sedikit orang yang memandang rendah para penyandang disabilitas, karena biasanya yang ada dalam pemikiran mereka adalah bahwa penyandang disabilitas tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sebuah pekerjaan. Namun, pemikiran tersebut berhasil dibuktikan salah oleh Angkie Yudistia, seorang tuna rungu yang berhasil menjadi CEO dari Thisable Enterprise. Yuk simak kisah lengkapnya seorang perempuan tuna rungu yang berhasil mamatahkan stereotip ini. 

Pernah Menjadi Penampung Ejekan Orang-Orang

Angkie Yudistia dalah perempuan kelahiran tahun 1987 yang divonis kehilangan pendengaran sejak usianya 10 tahun. Melalui salah satu media lokal, Angkie mengatakan bahwa kondisinya sekarang yang tuna rungu bukanlah bawaan sejak lahir. Sebagai seorang tuna rungu tentunya membuat dirinya sering sekali menerima ejekan dari orang-orang sekitar. Namun bagi Angkie, ejekan mereka bukanlah sesuatu yang bisa dibalas dengan kata-kata melainkan dengan tindakan. Oleh sebab itu, yang Angkie lakukan sejak dirinya diejek-ejek adalah berdamai dengan dirinya sendiri kemudian berusaha untuk menemukan jati dirinya.

Berprofesi Sebagai Dan Penulis Buku

Sikap Angkie yang meresponi semua ejekan yang datang pada dirinya, berhasil membuat Angkie berhasil meraih gelar S2 dalam bidang komunikasi. Tidak hanya itu saja, Angkie pun juga menjalani profesi sebagai seorang penulis buku. Buku hasil karya Angkie yang terkenal berjudul Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas. Dalam buku ini Angkie mengajarkan kepada para pembacanya bahwa keterbatasan yang dimiliki seseorang dapat menjadi kelebihan tersendiri bagi dirinya. Dan karya lain dari Angkie adalah 'Become Rich As a Socio-preneur.' 

Pendiri Thisable Enterprise

Thisable Enterprise adalah sebuah social enterprise yang didirikan pada tahun 2011. Thisable Enterprise memiliki misi yaitu untuk memeberdayakan para penyandang disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia tenaga kerja. Hal ini berawal ketika Angkie bekerja di sebuah perusahaan swasta dalam bidang minyak and gas. Pada suatu waktu minyak dan gas sedang menurun, Angkie melihat mengapa banyak teman-teman disabilitas banyak yang menjadi pengangguran? Mereka memiliki spirit untuk bekerja, namun pada realitanya kesenjangan memang terlalu tinggi. Akhirnya Angkie berpikir aku harus membangun sesuatu yang bermanfaat. Dari situlah, lahir dan berkembang Thisable Enterprise dengan tujuan agar setiap penyandang disabilitas tidak diperlakukan semena-mena dan juga mendapat perlindungan hukum yang jelas.

Menjadi Salah Satu Tokoh Insipirasi Di Indonesia

Dengan segala keterbatasan yang dialaminya, pernah membuat Angkie menjadi bahan ejekan. Namun, bagi Angkie semangat dalam hidupnya adalah pemikirannya yang mengatakan bahwa “hidup itu hanya sekali, so I have to make it work”, dilansir melalui salah satu media lokal. Berawal dari pemikiran itulah, Angkie semakin hari bertumbuh menjadi sosok pribadi yang kuat dan pantang menyerah dan akhirnya berhasil membawanya menjadi seorang CEO.

Baca juga: Lama Tak Terdengar, Ini 5 Selebritis Indonesia Yang Sukses Menjadi Pengacara 

Tags: Angkie, Yudistia, Thisable, Enterprise