Setelah menerima penghargaan John Bates Clark Medal 2019, penghargaan tertinggi kedua setelah Nobel Price, Emi Nakamura menjadi pusat perhatian dunia. Wanita berusia 38 tahun ini berhasil meraih penghargaan sebagai Ekonom Terbaik Berusia di Bawah 40 Tahun di Amerika Serikat setelah Amy Finklestein di tahun 2012. Berikut beberapa hal tentang Emi Nakamura yang patut kita ketahui. 

Baca juga: The Explorer Dream: Voyage Of A Lifetime

Salah satu ekonom muda terbaik dekade ini

Emi Nakamura meraih gelar doktor di bidang makroekonomi dari Harvard University pada 2007. Desember lalu, The Economist juga menobatkannya sebagai salah satu dari delapan ekonom muda terbaik dekade ini. Sebelumnya, ia juga meraih penghargaan 2014 IMF Generation Next: Top 25 Economists under 45.

Perempuan keempat penerima penghargaan John Bates Clark Medal

Ekonom University of California at Berkeley ini dinilai telah memberikan kontribusi yang paling signifikan terhadap pengetahuan dan pemikiran di bidang ekonomi. Ia adalah perempuan keempat yang menerima penghargaan John Bates Clark Medal sejak 1947. Selain itu, Emi Nakamura menjadi orang ketiga di Fakultas Ekonomi UC Berkeley yang menerima penghargaan tersebut setelah David Card (1995) dan Emmanuel Saez (2009).

Bekerja bersama sang suami

Menurut Emi, sebagian besar risetnya dikerjakan bersama suaminya Jon Steinsson yang juga dosen senior Fakultas Ekonomi UC Berkeley. Namun, Steinsson berusia 42 tahun sehingga ia tidak masuk dalam kategori penghargaan John Bates Clark Medal.

Menerbitkan jurnal tentang partisipasi wanita

Emi Nakamura menerbitkan artikel Journal of Economic Perspectives (JEP), yang ia kerjakan dengan suaminya, pada 18 April 2018 tentang "Identifikasi dalam Ekonomi Makro." Jurnal ini merupakan hasil penelitian baru tentang peran dan partisipasi tenaga kerja wanita dalam pemulihan dari kemunduran ekonomi yang diamati selama beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Kumpulan Layanan Startup Khusus Untuk Ibu Di Indonesia Yang Patut Kamu Ketahui