Untitled.png

Foto: Dok. Kadin Indonesia

Berbincang dengan perempuan cerdas, energik dan ramah bernama Shinta W. Kamdani  merupakan suatu kesempatan yang menginspirasi. Terrpancar dedikasi serta komitmennya yang penuh dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya  pada posisi penting dan strategis sebagai Ketua The Business 20 (B20).

Menjadi perempuan Asia pertama yang menduduki jabatan Ketua B20 tentu merupakan tanggung jawab besar. Terlebih B20 merupakan outreach group G20 yang mewakili sekitar 6,5 juta komunitas bisnis global di seluruh dunia yang ada dalam naungan negara-negara anggota G20. B20 juga merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global dan 80% PDB dunia.  “Ini merupakan suatu kehormatan. Saya termotivasi ingin menunjukkan pada masyarakat dunia bahwa perempuan Indonesia mampu tampil sebagai pemimpin.  Indonesia dengan populasi jumlah penduduk perempuan hampir 50 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia, telah membuat kemajuan besar dalam mencapai kesetaraan gender.,” jelas Shinta W. Kamdani yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Koordinator bidang Maritim, Investasi dan luar Negeri kepada Tatler Indonesia.

IMG_2386.jpg

Foto: Dok. Kadin Indonesia

Lebih jauh Shinta menjelaskan, salah satu pembelajaran utama yang dirasakan selama kepemimpinannya sebagai Ketua forum bisnis B20 ia melihat, bahwa ternyata Indonesia di mata para pelaku bisnis global sangat dihormati sebagai negara besar yang memiliki sumber daya alam melimpah serta populasi penduduk besar sekitar 273 jiwa yang sedang bangkit menjadi salah satu pemain kunci dan lokomotif ekonomi global di masa depan.  

“Kita harus percaya diri. Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan maju jika kita semua, termasuk generasi muda yang terdidik, berlomba-lomba memberikan pengabdian yang terbaik, serta menerapkan keahlian yang dimiliki di bidang masing-masing dengan penuh dedikasi dan semangat profesionalisme tinggi,” ungkap Shinta W. Kamdani yang juga menjabat sebagai  Chief Executive Officer (CEO) Sintesa Group.

IMG_2957.jpg

Foto: Dok. Kadin Indonesia

Dijelaskan Shinta Kamdani,  B20 Indonesia akan menggelar pertemuan, dialog dan merangkumkan opini pelaku usaha global dalam bentuk rekomendasi kebijakan (policy recommendations) konkret untuk G20 Summit, yaitu konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia bersama dengan Uni Eropa.

Rangkaian kegiatan B20 Indonesia  resmi dimulai pada akhir Januari 2022 melalui kegiatan Inception Meeting yang menandai dimulainya Presidensi B20 Indonesia. Selanjutnya, rangkaian pertemuan tingkat task force dan side event berlangsung sepanjang tahun 2022 dengan melakukan pembahasan kebijakan dan rekomendasi yang dapat mendukung tugas G20 untuk mencapai ekonomi global, kuat berkelanjutan dan berimbang. Pertemuan akan mencapai puncaknya dalam B20 Indonesia Summit pada 13-14 November  2022 di Bali, bersamaan dengan pertemuan para kepala negara Presidensi G20.

IMG_3274.jpg

Foto: Dok. Kadin Indonesia 

Mewujudkan Pertumbuhan Insklusif

Sebagai Chair Business forum B20, Shinta W. Kamdani, menyuarakan dan membawa isu kesetaraan gender jadi salah satu yang dikedepankan dalam kerja sama bisnis antarnegara anggota G20. Salah satu upayanya adalah dengan membentuk Woman in Business Action Council.

Pembentukan Woman in Business Action Council B20 juga sejalan dengan tema B20, yakni ‘Kemajuan inovatif, Inklusif, dan Pertumbuhan Kolaboratif’. “Jadi, inklusif itu juga tentang perempuan, termasuk di dalamnya,” jelas Shinta. Melalui upaya ini, kita ingin memastikan bahwa Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, juga telah memprioritaskan isu kesetaraan gender serta mendorong peran dan pelibatan perempuan dalam bisnis dan perdagangan global secara lebih masif.

WhatsApp Image 2022-04-22 at 10.07.56 PM.jpg

Foto: Dok. Kadin Indonesia

“Kami buat action council khusus yang didukung semua pelaku usaha dari negara-negara B20 untuk membicarakan isu kesetaraan gender, tidak hanya di tempat kerja, tapi juga dalam pengembangan kewirausahaan perempuan,” ujar Shinta Kamdani. Terlebih lagi menurut Shinta, di Indonesia sendiri, perempuan berhasil membuktikan kontribusi dalam  ekonomi nasional melalui sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang banyak dipegang dan dikelola kaum perempuan sekitar 64 persen. Di sisi lain, UMKM menyumbang  sekitar 60 persen dari total ekonomi nasional dan mampu berperan strategis dalam penciptaan serta penyerapan kesempatan kerja yang besar.

Selanjutnya menurut Shinta Kamdani,  ada tiga hal yang dibutuhkan perempuan dalam bisnis.  Pertama, akses ke market. Kedua, akses bantuan finansial. Ketiga, peningkatan kapasitas dan kompetensi di lingkup digital, teknologi dan kepemimpinan perempuan. Shinta menegaskan, keberadaan B20 bukan hanya untuk kepentingan sekelompok pemimpin bisnis global, melainkan juga bagi kelompok usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk  itu UMKM  dan kaum perempuan harus bisa mendapatkan manfaat positif dan nyata dari adanya kerja sama ekonomi internasional yang didorong keberadaan forum B20. 

WhatsApp Image 2022-04-22 at 10.10.51 PM-3.jpg

Foto: Dok. Kadin Indonesia

“Mari kita bersama-sama berpartisipasi dalam menyukseskan dan menyebarkan informasi mengenai kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  G20 dan forum B20 ke masyarakat luas.  Ini adalah momen yang tepat untuk lebih memperkenalkan keanekaragaman budaya serta keindahan Indonesia di mata dunia internasional, sehingga akan membuka peluang-peluang investasi baru yang akan meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di tanah air,” jelas  Shinta W. Kamdani seraya menutup perbincangan.