shinta.jpeg

Foto: Dok. generationt.asia

Seorang pengusaha muda bernama Shinta Nurfauzia mendirikan Lemonilo berdasar dari keprihatinan pribadinya terhadap penggunaan bahan-bahan kimia yang semakin marak. Dimana secara mudah seseorang dapat terpapar bahan kimia dengan jumlah yang banyak, seperti pada produk yang kita gunakan, di dalam rumah kita, bahkan pada makanan yang kita konsumsi. Simak perjalanan karir Shinta hingga bisa mendirikan Lemonilo berikut.

Sebagai individu yang kritis, Shinta menemukan solusi dengan menggunakan bahan-bahan alami dan sehat untuk produk makanan yang ia produksi, ‘Lemonilo’. Makanan olahan dengan bermacam jenis produk, mulai dari makanan instan & makanan ringan, hingga bumbu dapur. Makanan olahan yang keluaran Lemonilo terdiri dari Mie Instan, Mie Kering, Sweet Potato Chips, Crispy Brownies, Minyak Kelapa Organik Extra Virgin, Minyak Goreng Kelapa, Kaldu Penyedap, dan masih banyak lagi.

Pada Oktober 2016, Lemonilo resmi berdiri dan memiliki tujuan sebagai penyedia ‘makanan olahan yang sehat’. Shinta secara tidak langsung memberikan solusi kepada masyarakat yang menganut pola hidup sehat. Selain memastikan produknya bebas dari bahan berbahaya, Lemonilo juga berkomitmen untuk memberikan harga terbaik bagi para konsumennya.
“Saya memiliki keyakinan bahwa dalam menjalankan bisnis, kita harus bisa membuat hidup orang lain lebih mudah. Dengan mengingat tujuan kami, Lemonilo jelas memiliki perbedaan yang signifikan dari perusahaan e-commerce lainnya. Dan kami juga membantu memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup lebih sehat. Jadi saya yakin jika kita terus berkomitmen untuk melakukan itu, bisnis ini akan terus berjalan.” Ujarnya saat berbicara tentang bagaimana membuat makanan sehat lebih aksesibel.

Memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum tidak membuat Shinta melepaskan keinginan terpendamnya untuk berkarir sebagai pengusaha, “Setelah lulus kuliah, saya sempat bekerja sebagai pengacara dan konsultan selama kurang lebih 4-5 tahun. Tetapi karena saya punya minat yang kuat di dunia wirausaha, saya juga memiliki bisnis sampingan,” Shinta kemudian memberanikan diri untuk melakukan sesuatu yang selama ini dia cintai, yaitu 'bisnis'.

Shinta lalu memutuskan untuk melanjutkan S2 sambil terus mempertimbangkan pilihannya, Ia mendapatkan beasiswa di Harvard Law School di Cambridge, Amerika Serikat dengan jurusan yang sama yaitu Business Law. Disanalah ia bertemu dengan rekan bisnisnya, Johannes Ardiant dimana mereka akhirnya memutuskan untuk fokus menjalankan Lemonilo hingga sekarang.

Shinta & Johannes berhasil mendirikan Lemonilo dan terus berinovasi membuat produk-produk baru. Sebagai perusahaan startup yang berfokus menjual produk makanan sehat, Lemonilo dapat dikategorikan cukup besar jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Lemonilo berhasil mengumpulkan total $72 juta dalam pendanaan selama 5 putaran. Pendanaan terakhir mereka naik pada akhir tahun 2021 dari round Seri C; yang didanai oleh 5 investor, Sequoia Capital India dan Sofina merupakan investor terbarunya. Selanjutnya di tahun ini Lemonilo telah mulai berinvestasi di Off Meat pada April 2022 lalu. Seed Round Investment ini bernilai di angka $1,7 juta.