b6cd8775-79cd-4fba-b8c4-dc8de970a92a.jpgFoto dok: teenvogue.com

Peraih empat gelar Grand Slam dan atlet tenis urutan kedua dengan pendapatan tertinggi, Naomi Osaka baru-baru ini mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya dari turnamen Perancis Terbuka.

Keputusan tersebut disampaikan setelah dirinya dikenakan denda sebesar 15.000 dolar AS (Rp 214.000.000) karena menolak untuk menghadiri konferensi pers pasca pertandingan dengan alasan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mentalnya.

Denda tersebut diberikan berdasarkan aturan turnamen dan asosiasi profesional yang mewajibkan petenis yang bermain dalam babak utama untuk menghadiri konferensi pers. Dalam peraturan itu disebutkan, bahwa atlet yang menolak akan dikenakan denda maksimal sebesar 20.000 dolar AS atau sekitar Rp 285.000.000.

Pada putaran pertama, Naomi berhasil melawan pemain asal Romania, Patricia Maria Tig. Sementara atlit berdarah Jepang-Amerika tersebut melakukan wawancara pasca pertandingan di tepi lapangan, dirinya menolak untuk menghadiri konferensi pers pasca pertandingan dengan awak media.

Mengenai keputusannya tersebut, Naomi berkata “Saya kerap sekali merasa bahwa orang-orang tidak memperhatikan kesehatan mental para atlet dan hal tersebut saya rasakan setiap kali saya melihat konferensi pers atau ikut serta di dalamnya.”

Karena hal tersebut, dirinya mendapatkan peringatan akan didiskualifikasi dari turnamen Prancis Terbuka jika ia terus menolak untuk tampil pada konferensi pers pasca pertandingan.

Naomi pun mengambil insifiatif untuk mengundurkan diri atas keinginannya sendiri dan merilis sebuah pernyataan yang menekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan mentalnya pada laman resmi Twitternya.

Pada pernyataan tersebut Naomi mengatakan bahwa dirinya telah mengalami depresi sejak meraih gelar pertama di arena Grand Slam Amerika Serikat Terbuka (US Open) pada 2018 lalu.

“Saya pikir pengunduran diri ini adalah keputusan terbaik untuk kelangsungan turnamen, pemain lain dan juga kesejahteraan saya sehingga semua orang bisa kembali fokus pada pertandingan tenis yang sedang berlangsung saat ini di Paris,” tambahnya.

Pernyataan kuat dari sang atlet pun menimbulkan pertanyaan mengenai kewajiban atlet untuk menghadapi media. Hal ini juga menarik dukungan dari rekan-rekan seprofesi dan bahkan turut menyoroti kebutuhan untuk berfokus pada kesejahteraan mental para pemain di dunia olahraga.

Ia pun turut menjelaskan bahwa saat ini dirinya ingin berfokus pada proses pemulihan saat beristirahat dari turnamen.