Hollywood merupakan salah satu destinasi utama bagi para pekerja seni kreatif di dunia. Bagaimana tidak, kota yang terkenal dengan industri kreatifnya ini tidak ada habisnya menelurkan berbagai talenta-talenta berbakat. Jika kamu mengikuti perkembangan industri kreatif saat ini, film bukan hanya satu-satunya hiburan yang diminati masyarakat tetapi hiburan berbasis visual seperti vlog, Youtube video, IG story dan IG Live sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama anak muda dewasa ini. Menyadari adanya peluang untuk mengembangkan bakat dan talenta dalam berseni inilah yang juga membuat perempuan asal Indonesia, Pheren Soepadhi untuk membangun karirnya sebagai fotografer profesional di Amerika Serikat.

Nama wanita kelahiran Jakarta ini mungkin tidak familiar di telinga kita. Sejak kecil ia sudah dibesarkan di Singapura dan pindah ke Los Angeles pada tahun 2012. Lulusan Seni Multimedia dari Raffles Design Institute Singapura dan Fashion Design dari Bunka School of Fashion ini sempat bekerja di dua stasiun TV terbesar di Indonesia, sebagai fashion stylist dan juga sebagai art director disebuah perusahaan rekaman terbesar di Amerika. Lalu, bagaimana akhirnya ia menemukan passionnya di dunia fotografi dan bagaimana ia bisa berkarir di Amerika Serikat? Berikut percakapan kami dengan Pheren mengenai kesuksesannya di negeri Paman Sam.

Hi Pheren, bisa diceritakan tidak awal perjalan karirmu sebagai seorang fotografer?

Sebenarnya saya memulai karir di bidang fashion photography sebagai freelancer. Kebetulan saya sempat diundang ke Amerika Serikat untuk mengadakan photo exhibition dan kompetisi seni di Hollywood Highland dua tahun berturt-turut pada tahun 2011 dan 2012.

Lalu bagaimana akhirnya kamu dapat berkarir sebagai seorang fotografer di Amerika Serikat?

Setelah saya tamat dari Raffles Design Institute, saya kembali ke Jakarta untuk melanjutkan studi di bidang fashion dan memulai karir. Namun di tahun 2013 saya mendapat tawaran untuk mengerjakan beberapa music video untuk Sony Music Latin di Miami, Florida sebagai art director. Lalu satu bulan kemudian saya mendapat nominasi dan berhasil memenangkan G.O.D Awards sebagai Photographer of the year di Academy of Television Arts & Science, Hollywood.

Melihat banyaknya peluang dan kesempatan di industri seni trutama fotografi disini, akhirnya saya memutuskan untuk pindah dan melanjutkan karir saya di L.A.

Memulai karir di luar negeri memang tidak mudah dan banyak tantangannya. Can you describe your first three years there?

Awal pindah ke L.A memang sangat berat. Semuanya saya lakukan mulai dari nol. From life to work, aku belajar beradaptasi untuk menjadi mandiri. I was really struggling going to places, but thank God, I’ve been protected all along the way. Lalu ditahun kedua aku sudah mulai terbiasa dan membangun koneksi dengan orang-orang disekitar terutama di bidang entertainment.

Mulai dari freelance sebagai art director, fashion stylist, photographer hingga menjadi kasir di sebuah restoran Jepang pun saya lakukan. Mengingat biaya yang cukup tinggi, saya putuskan untuk bekerja dan mencari uang sendiri. It was a rocky road to where I am now, but I enjoyed every second of it!

Selama kamu bekerja menjadi fotografer di Amerika, siapakah klien-klien besarmu?

Untuk majalah, karya saya pernah masuk di Billboard Magazine, The LA magazine, The weekly Review Australia, Rock'n'Roll Magazine dan masih banyak lagi. Ketika bekerja di majalah, saya mendapatkan banyak kesempatan untuk memotret deretan artis dan musisi ternama termasuk Dave Navarro, Morbid Angel, Steve Ferlazzo (Avril Lavigne) dan Derek Frank (Shania Twain).

Apa rahasia kesuksesanmu dalam berkarir?

Dimanapun kita berada, kunci kesuksesan dalam bekerja terletak pada diri kita masing-masing. Jika kita mau berusaha untuk bekerja keras dan tidak cepat putus asa, saya yakin semua manusia bisa sukses.

Untuk bidang photography, terutama di kota Los Angeles yang selalu terdepan dalam bidang entertainment, the challenge is on another level. Most of the people here is very creative and talented. Untuk menjadi sukses, jangan pernah mengcopy pekerjaan orang lain. Be creative, be you, always plan ahead dan yang terpenting adalah selalu rendah diri.

Tips apa yang dapat kamu berikan kepada anak muda diluar sana yang ingin mengikuti jejakmu?

Pertama selalu percaya diri. Ketika kita percaya diri, semua ketakutan dan pikiran yang tidak baik akan sirna. Kedua, selalu bekerja keras dan selalu belajar untuk tidak menyerah.

Aku percaya kepada satu kutipan dari Menteri Luar Negeri A.S Colin Powell beliau berkata, “mimpi tidak menjadi kenyataan dengan begitu saja. Butuh keringat, tekad dan kerja keras.”

Baca Juga: 4 Fakta Tentang Darma Mangkuluhur Hutomo Putra Pertama Tommy Suharto