samuel 4.jpgFoto: Dok. Samuel Wongso Instagram 

Bertempat di salah satu butik Wong Hang Tailor yang berada di daerah Gading Serpong, Indonesia Tatler memiliki kesempatan untuk berbincang dengan sang desainer, Samuel Wongso. Tampil dengan setelan jas lengkap dengan dasi, kami mengobrol santai dengan penerus bisnis butik Wong Hang tailor generasi keempat ini. Samuel dengan bangga membagikan awal kisah bisnis keluarganya yang bermula beberapa dekade lalu. 

Saat itu tahun 1933 bertempat di Surabaya, Wong Hang, seorang pria asal Guangdong, China pertama kali membuka Wong Hang Tailor. Almarhum Wong Hang hanya berfokus merancang jas untuk pria. Menurut penuturan Samuel, klien pertama yang dibuatkan jas oleh sang buyut berasal dari Jepang dan Belanda. Ternyata jas rancangan Wong Hang dimininati oleh banyak kalangan. Sehingga sampai saat ini terus berkembang di tangan Samuel Wongso yang merupakan generasi keempat. 

Tentu bukan hal yang mudah bagi pria kelahiran 22 Desember 1990 ini untuk mempertahankan eksistensi bisnis keluarga yang sudah berjalan selama 86 tahun. Namun berbekal ilmu dan passion di dunia mode, Samuel mampu membuktikan bahwa dirinya merupakan desainer yang handal yang mampu membawa Wong Hang Tailor terus berjaya walaupun sudah berganti zaman. 

Passion Samuel menjadi desainer rupanya sudah tumbuh sejak kecil. Samuel kecil tumbuh di keluarga desainer sehingga sudah terbiasa dengan hal-hal yang berbau mode. Secara ayah Samuel sendiri merupakan penerus Wong Hang Tailor generasi ketiga. 

Tidak hanya terbiasa dengan barang-barang mode, Samuel kecil juga memiliki rasa ingin tahu tentang jas. Mulai dari bahan, warna hingga proses pembuatannya. Sehingga dirinya menetapkan pilihan untuk menjadi perancang adalah ingin membuat jas terbaik untuk dirinya dan orang lain. Selain itu, pria kelahiran Surabaya tersebut juga ingin mengetahui kriteria jas yang bagus seperti apa sehingga dirinya harus terjun langsung dalam bidang pembuatan jas. 

Memutuskan untuk berkarir sebagai perancang busana membuat banyak orang mempertanyakan apakah Samuel tidak segan dengan pekerjaan seperti itu. Namun pernyataan ini tentu disanggah oleh Samuel dengan jawabannya yang tegas. 

Menurut Samuel, menjadi seorang perancang mode adalah pekerjaan seni yang butuh skill tinggi dan tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari skill menggambar, ketelitian, pemilihan warna dan model semua memerlukan kemampuan. 

Terlebih Wong Hang Tailor mengambil konsep one suit one man, dimana satu klien dibuat satu jas secara personal sesuai dengan ukuran badannya sehingga pas.  

Akan tetapi, Samuel tidak lupa bahwa kesuksesan Wong Tailor tidak lepas dari peran keluarga. Mulai dari kakak, adik dan paman memiliki peran penting dalam mempertahankan dan mengembangkan warisan sang almarhum buyut. Setiap anggota keluarga turut terlibat dengan perannya masing-masing untuk mengembangkan Wong Hang Tailor. 

Di tangan Samuel, Wong Hang Tailor sudah menambah deretan portofolio klien yang sudah mengenakan rancangan jasnya. Mulai dari selebritis seperti Afgan, Chicco Jericho, Hamish Daud hingga mantan pemain sepak bola Inggris, Emile Heskey pernah mengenakan jas rancangan Wong Hang Tailor. 

Baca juga: 4 Tips Menjadi Perancang Busana Sukses Ala Samuel Wongso

Tags: Society, Indonesian Fashion Designer, Samuel Wongso, Wong Hang Tailor