Jelang pengumuman dan pelantikan menteri kabinet jilid II dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, sosok Bahlil Lahdalia mencuri perhatian. Pria berdarah Maluku dan besar di Papua ini telah diundang oleh Jokowi ke Istana Keprisedenan pada Selasa (22/10). Pada acara HIPMI yang digelar awal tahun ini, Jokowi sempat menuturkan bahwa Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Milenial dan juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini merupakan salah satu kandidat yang tepat untuk menduduki kursi menteri. Lalu seperti apakah sosok Bahlil? Berikut 5 fakta mengenai dirinya. 

Siapa itu Bahlil Lahadalia

Bahlil.jpgFoto dok: Media Indonesia

Bahlil Lahadalia adalah pria asal Fakfak, Papua yang lahir dalam keluarga yang miskin. Dengan pekerjaan sang ayah yang hanya merupakan seorang kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai seorang tukang cuci piring. Bahlil pernah merasakan sakit busung lapar karena kondisi keadaannya yang sangat susah saat itu ketika kuliah semester 6. Namun, hal tersebut yang membuat Bahlil tumbuh menjadi pria yang tangguh dan mandiri. Berbagai profesi pernah dijalaninya untuk dapat bertahan hidup, mulai dari menjadi tukang kue, kondektur hingga supir angkot.

Menjadi  Seorang Pebisnis

kompas.jpgfoto: Dok. Kompas

Menjadi pebisnis bukanlah merupakan impian dan keinginan Bahlil sejak kecil. Hal tersebut dijalaninya karena terpaksa untuk dapat  bertahan hidup saja. Dilansir melalui salah satu media lokal, Bahlil, anak kedua dari 8 orang bersaudara ini mengaku bahwa menjadi pebisnis dilakukannya supaya dirinya bisa bersekolah dan juga untuk membantu adik-adiknya. Sejak SD Bahlil sudah berjualan kue, adapun kue tersebut merupakan hasil buatan sang ibu. SMP Bahlil pernah berjualan ikan di pasar dan ketika duduk di bangku SMEA Bahlil menjadi supir angkot.

Cara Untuk Keluar Dari Kemiskinan

suaradewan.jpgfoto: Dok. Suaradewan

Menjadi seorang pebisnis merupakan satu-satunya cara agar Bahlil dapat keluar dari kemiskinan. Bagi Bahlil, sekolah sambil bekerja itu merupakan suatu keharusan karena kondisi latarbelakang keluarga yang dimilikinya. Waktu kuliah, Bahlil berjualan koran agar bisa terus melanjutkan kuliah. Saat duduk dibangku semester 6 mulai berpikir bahwa dirinya harus menjadi seorang pengusaha dan dari  situlah dirinya mulai belajar. Bahkan Bahlil pernah menjalani profesi sebagai pegawai asuransi. Jatuh bangun perjalanan hidup Bahlil, hingga suatu saat ketika dirinya berusia 25 tahun, tepatnya ketika lulus kuliah, Bahlil pernah digaji sebesar 25 juta diusinya muda.

Pelajaran Hidup Bahlil Lahadalia

facebook.jpgfoto: Dok. Facebook

Bahlil mengalami masa titk baliknya pada tahun 2004, dan sejak saat itu Bahlil telah memiliki beberapa perusahaan yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti Papua, Sulawesi, Maluku dan di Jakarta. Bagi Bahlil pelajaran yang didapat selama perjalanan hidupnya adalah jangan pernah merasa rendah jika bertemu dengan orang hebat. Dan juga jangan merasa tinggi jika bertemu dengan orang rendah. Karena roda kehidupan seseorang itu berputar, tidak selamanya mereka diatas dan tidak selamanya mereka dibawah.

Baca juga: Ishii Masafumi, Duta Besar Jepang Yang Kenalkan Masakan Nusantara Ke Dunia

Tags: Menteri, Bahalil Lahadalia, HIPMI