Berita pemblokiran akses PayPal dari Kominfo menyita perhatian publik seminggu ini. PayPal sendiri adalah layanan rekening virtual yang menyediakan layanan jasa transfer dan transaksi online bagi masyarakat yang berbelanja di marketplace global. Meski sempat diblokir, PayPal sudah resmi terdaftar di Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) pada Rabu (3/8) lalu dan dapat diakses kembali.

Tidak hanya berita pemblokiran akses, sosok Paypal Mafia pun kembali mencuat dalam pembicaraan publik seminggu ini. Tidak berarti mafia secara harafiah, mereka adalah sekumpulan mantan karyawan dan kumpulan pendiri PayPal yang sukses mendirikan berbagai perusahaan berbasis tekhnologi seperti Tesla, LinkedIn dan Youtube. Berikut sejumlah sosok anggota PayPal Mafia yang sukses menguasai bisnis di Silicon Valley dan dunia.

1/5 Elon Musk

Elon Musk Benzinga.jpg

Foto: Dok. benzinga.com

Keterlibatan Elon dengan PayPal bermula saat perusahaan online financial services miliknya – X.com merger dengan online bank bernama Confinity yang memiliki salah satu unit layanan transfer uang bernama PayPal yang menjadi cikal bakal perusahaan transaksi online itu. Mundur sebagai CEO pada September 2000, Musk mulai mendirikan SpaceX pada tahun 2002. Ia juga mengambil alih Tesla, Inc. dan mengeluarkan beragam series kendaraan berbasis tenaga listrik. Selain Tesla dan Space X, Elon juga pernah mengakuisisi Twitter dan memiliki beragam proyek berbasis tekhnologi dan clean energy seperti SolarCity, Tesla Energy dan Neuralink.

2/5 Peter Thiel

Peter Thiel Andrew White.jpeg

Foto: Dok. Andrew White

Disebut sebagai ‘Don’ dari PayPal Mafia, Peter Thiel merupakan penemu dan mantan CEO dari PayPal. Pengusaha berdarah Jerman ini merambah bisnis wireless phone market setelah melakukan merger PayPal dengan perusahaan X.com milik Elon Musk pada tahun 2000 lalu yang menjadi awal model bisnis PayPal sebagai sarana transaksi online. Peter juga merupakan pendiri dari Palantir Technologies – perusahaan software analisis data berskala besar. Ia juga berperan dalam perkembangan perusahaan tekhnologi seperti LinkedIn dan Yelp. Selain berinvestasi, Peter juga mendirikan Thiel Fellowship yang mendanai para entrepreneurs muda dan juga Thiel Foundation – sebuah Yayasan yang fokus terhadap bakat potensial di dunia tekhnologi.

3/5 Reid Hoffman

Reid Hoffman WSJ.jpeg

Foto: Dok. WSJ.com

Keterlibatan Reid dengan PayPal bermula saat Ia menjadi anggota Board of Directors di awal perusahaan tersebut berdiri. Saat itu, pengusaha kelahiran Palo Alto, California ini juga memiliki bisnis matchmaking online bernama SocialNet.com yang Ia tinggalkan pada tahun 2000 untuk bekerja penuh waktu di PayPal sebagai COO. Pada tahun 2003, Reid mendirikan LinkedIn yang menggunakan bisnis model SocialNet.com untuk mempertemukan banyak individu melalui lingkungan kerja/professional. Kesuksesan LinkedIn membuatnya menjadi board member Microsoft melalui akuisisi LinkedIn dengan perusahaan milik Bill Gates tersebut di tahun 2017.

4/5 Chad Hurley

Chad Hurley Arabian Business.jpeg

Foto: Dok. Arabian Business.com

Saat ini, YouTube menjadi platform digital yang paling banyak diakses oleh masyarakat. Salah satu co-foundernya adalah mantan web designer PayPal, Chad Hurley. Mendapat hasil dari akuisisi dengan eBay, Chad mendirikan YouTube bersama karyawan PayPal lain – Steve Chen dan Jawed Karim di tahun 2005 dan menjualnya kepada Google setahun setelahnya. Setelah mundur sebagai CEO YouTube di tahun 2010, alumni jurusan fine arts dari Indiana University of Pennsylvania ini menciptakan MixBit – aplikasi video editing melalui smartphone. Tidak hanya tekhnologi, Chad juga berinvestasi di bidang olahraga seperti Formula One, NBA, MLS dan English Premier League.

5/5 Jeremy Stoppelman

Jeremy Stoppelman Wikipedia.jpeg

Foto: Dok. wikipedia.org

Jeremy bergabung dengan PayPal mulai dari menjadi engineer di perusahaan milik Elon Musk, X.com. Di sana Ia bertemu dengan Max Levchin, Co-founder PayPal yang menjadi salah satu investor di perusahaan yang didirikan Jeremy – Yelp. Ide mendirikan Yelp sendiri datang saat pengusaha berusia 44 tahun itu kesulitan menemukan dokter di area lokal untuk merawatnya. Dari sana, Ia dan sesama mantan engineer PayPal – Russel Simmons menciptakan sebuah komunitas online di mana user dengan mudah menemukan beragam rekomendasi untuk layanan lokal. Di samping kesuksesannya, Jeremy juga terkenal pernah menolak akuisisi Yelp oleh Google.