97f2f2a0-4af0-11eb-87d5-15e76591973e.jpgFoto dok: unsplah.com/ Nutthaseth Vanchaichana

Setelah menutup perbatasan mereka selama lebih dari setahun akibat pandemi Covid-19, Komisi Uni Erope (EU) baru-baru ini mengabarkan bahwa mereka akan membuka perbatasannya bagi para turis dari negara lain dengan catatan bahwa mereka harus sudah divaksinasi.

Dijadwalkan buka pada bulan Juni, bertepatan dengan liburan musim panas, Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen pada hari Senin (3/5) mengatakan bahwa usaha ini dilakukan untuk menghidupkan kembali pariwisata yang belakangan ini redam akibat pandemi. Wisatawan yang diizinkan masuk juga harus berasal dari negara-negara dengan tingkat infeksi Covid-19 yang rendah.

Dalam rencana tersebut, diungkapkan bahwa rencana tersebut juga tepat dilakukan saat sebagian besar negara di bawah uni eropa berencana untuk melanjutkan pembukaan. Bahkan, Yunani, dalam pengumuman yang dibuat bulan lalu mengatakan bahwa semua turis yang sudah divaksinasi dan diuji sepenuhnya dapat memasuki negara mereka mulai pertengan Mei dan seterusnya.

Di bawah batasan saat ini, hanya wisatawan dari tujuh negara yang diizinkan untuk memasuki EU untuk perjalanan yang bersifat liburan atau tidak urgent, terlepas dari apakah mereka telah divaksinasi atau belum. Negara-negara ini termasuk Singapura dan Australia. Kendati demikian, para wisatawan masih wajib untuk dites kembali dan dikarantina.

Melalui proposal terbarunya, UE akan mewajibkan para wisatawan untuk divaksinasi secara penuh serta memiliki "situasi epidemiologis yang baik" sebelum mereka diizinkan masuk. EU juga menyarankan agar emergency break harus diberlakukan untuk membatasi risiko kenaikan kasus ataupun penularan varian virus baru. Ini berarti bahwa pembatasan perjalanan akan dapat diberlakukan dengan cepat jika suatu negara mengalami penyusutan kasus dalam masa pandemi ini.

Disebutkan bahwa Negara-negara anggota UE akan membahas proposal tersebut dalam minggu ini.