Concept.jpegModel Royal Oak Concept Flying Tourbillon terbaru bersinar dengan serangkaian batu permata multi-warna, masing-masing menawarkan permainan cahaya yang unik. Foto dok: Audemars Piguet

Sejak didirikan pada tahun 1875, Audemars Piguet telah menciptakan serangkaian jam tangan pionir mekanik untuk wanita. Terus memperluas koleksinya, rumah jam tangan mewah ini menghadirkan sebuah koleksi teranyar dari model Royal Oak Concept Flying Tourbillon. Hadir dalam casing putih atau pink gold yang berkilauan, koleksi ini dilengkapi dengan serangkaian batu permata serta berlian penuh warna yang masing-masing merepresentasikan beragam permainan cahaya yang unik dan menawan.

Mengintegrasikan Haute Horlogerie dan Haute Joiallerie, arloji kompleks ini memadukan teknik tradisional dengan desain avant-garde. Menekankan karakter unik dan kontras yang menawan, potongan multifaset ini didesain sebagai statement piece dengan karakter unik pada pergelangan tangan.

Hadir dalam enam model, jam tangan terbaru ini menampilkan casing 38.5mm emas putih atau merah muda yang dihiasi dengan batu permata dan/atau berlian berwarna-warni yang dikerjakan dengan tangan. Jam tangan ini juga ditenagai oleh kaliber 2951 buatan tangan yang memiliki cadangan daya 77 jam dan flying tourbillon.

Menampilkan apresiasi yang mendalam pada seni, arloji baru ini juga didekorasi dengan 468 batu permata dan 208 potongan berlian baguette yang ditempatkan dengan teliti. Sementara empat modelnya bertahtakan berlian safir biru bergradasi, dua model lainnya dihiasi dengan batu permata warna-warni untuk menciptakan efek Pelangi yang menakjubkan.

Concept2.jpegRoyal Oak Concept Flying Tourbillon dengan emas putih 18 karat dilangkapi dengan 468 batu permata berwarna cerah, dipilih dengan cermat untuk mencapai efek pelangi yang unik. Foto dok: Audemars Piguet

Untuk dua rainbow model, 12 jenis batu permata beraneka warna, termasuk rubi, zamrud, topas, tanzanit, amethyst, dan berbagai safir berwarna, telah dipilih dengan cermat untuk menawarkan rona cerah dan gradasi halus saat digabungkan. Nuansa merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu juga turut mengaksentuasi geometri pada casing dan bezel, memantulkan cahaya untuk menciptakan pengalaman optik unik yang mirip dengan pelangi. Sementara model pertama menggabungkan diamond-set case dan dial dengan bezel Pelangi berpotongan baguette, model lainnya hadir dengan brilliant-cut multicoloured gemstones.

Berfokus pada keahlian serta seni yang cermat, berlian dan batu permata berwarna yang menghiasi koleksi tebaru ini telah dipotong dan dipoles satu per satu untuk mencapai bentuk dan ukuran yang diinginkan sebelum dihias dengan emas oleh para ahli perhiasan. Pengaturan dial permata juga menghadirkan tantangan tambahan karena ukuran komponen desain yang kecil dan gerakan yang rumit.

Dua model dari seri Royal Oak Concept Flying Tourbillion, tersedia dalam emas putih atau merah muda 18 karat, berhiaskan 208 safir biru bergradasi baguette yang telah dipotong dalam 144 ukuran berbeda agar sesuai dengan lekukan casing dan arsitektur dial serta komponen gerakan. Batu-batu tersebut diukir dengan hati-hati dan kemudian disematkan ke dalam rail tersembunyi pada bingkai emasnya. Penempatan batu permata pada arloji ini juga membutuhkan 150 jam pengerjaan dan sangat bergantung pada ketelitian.

Kompleksitasnya juga terletak pada pencapaian keselarasan tanpa cela – sebuah tugas melelahkan yang membutuhkan presisi ekstrem. Kualitas potongan batu permata sama pentingnya dengan kualitas dan kejernihannya. Setiap baguette harus dipoles hingga tampak jernih, garis dan fasetnya juga harus benar-benar simetris dan selaras. Untuk menyempurnakan desainnya, para ahli juga ditantang untuk mencapai gradasi halus antara warna biru dari batu permata. Setelah digabungkan, safir dengan potongan baguette memberikan keunggulan pada tampilan jam dan meningkatkan gerakan arsitektural dengan efek 3D.

Dengan desain yang canggih serta desain yang menawan, setiap jam pada koleksi ini meresepresentasikan sisi elegan pada setiap wanita yang mengenakannya. 

Frosted-side.jpgRoyal Oak Frosted Gold Selfwinding Chronograph terbaru menghiasi Frosted Gold casing yang hadir dalam emas putih atau merah muda 18 karat dan dial "Grande Tapisserie" dalam warna hitam atau biru. Foto dok: Audemars Piguet

Selain koleksi Royal Oak Concept, Audemars Piguet juga meluncurkan dua versi terbaru dari Royal Oak Frosted Gold Selfwinding Chronograph.

Dilengkapi dengan gerakan kronograf generasi terbaru, Kaliber 4401 dapat terlihat pada bagian belakang casing safir. Hadir dalam pilihan emas putih atau merah muda 18 karat, dua arloji berukuran 41mm ini masing-masing dilengkapi dengan dial hitam atau biru "Grande Tapisserie" yang diperkaya dengan penghitung kontras yang serasi dengan warna casing.

Menampilkan arsitektur yang rumit dan desain tanpa kompromi, Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Chronograph teranyar ini melengkapi koleksi keseluruhan dengan sentuhan elegan yang layak dikoleksi oleh para kolektor yang menghargai savoir-faire.

Temukan lebih lanjut tentang Audemars Piguet Royal Oak Concept dan jam tangan Royal Oak Frosted Gold Selfwinding Chronograph di sini.