031714e0-da34-4abc-9871-0dcf10927b81.jpgFoto dok: BRI Prioritas  

Obligasi Negara Ritel (ORI) menjadi salah satu investasi yang diminati masyarakat, terutama bagi pemula. Saat ini pemerintah baru saja meluncurkan seri ORI020 yang dinilai sebagai alternatif investasi aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan.

Merupakan salah satu instrument Surat Berharga Negara (SBN), ORI ditawarkan kepada individua tau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui BRI di Pasar Perdana di mana penjualannya dilakukan secara online melalui e-SBN. Hal ini tentunya semakin memudahkan kegiatan berinvestasi karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Bagi kamu yang masih awam dengan investasi dan belum memahami sepenuhnya mengenai ORI, berikut beberapa hal yang kami rangkum.

Apa itu obligasi atau ORI?

ORI adalah singkatan dari Obligasi Negara Ritel yang menjadi salah satu instrument Surat Berharga Negara (SBN).

Melalui ORI, pemerintah sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan nasional. Bukan hanya dalam infrastruktur, tapi juga saat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Apa keuntungannya?

Seperti yang sudah dijelaskan, ORI menjadi alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan, terutama bagi para pemula. Adapun beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari investasi ORI antara lain kupon dan pokok dijamin oleh undang-undang, kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo, dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder (antar Investor Domestik), masyarakat dapat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional, kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito Perbankan, kupon dibayar setiap bulan dan berpotensi memperoleh capital gain.

Bagaimana ketentuan dan syarat  pemesanan seri ORI020?

Setiap investor tidak bisa melakukan investasi sembarangan sebab masing-masing instrument investasi sudah memiliki kebijakan yang berlaku. Sama halnya dengan ORI 020. Bagi kamu yang ingin berinvestasi di ORI020, berikut ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi para investor:

  1. WNI: Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Memiliki NPWP, mengacu pada aturan PP 91 Tahun 2021, tentang Pajak penghasilan atas penghasilan berupa bunga obligasi yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap akan dikenakan PPh Final sebesar 10 persen dari total kupon yang didapat.
  3. KTP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Kementrian Dalam Negeri c.q. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Adapun penetapan hasil penjualan ORI020 pada 25 Oktober 2021 dan setelmen/penerbitan pada 27 Oktober 2021. Tingkat kupon adalah tetap atau fixed rate dengan pembayaran tanggal 15 setiap bulannya. Kupon pertama dibayarkan pada 15 Desember 2021.

Minimum pemesanan adalah Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta dengan maksimum Rp2 miliar. PPh final untuk ORI020 adalah 10 persen. Kupon ORI020 ditetapkan sebesar 4,95 persen dengan tenor jatuh tempo tiga tahun, yakni 25 Oktober 2024.

Minimum Holding Period (MHP) ORI020 adalah satu kali periode pembayaran kupon. Holding Period adalah periode dimana Investor ORI019 belum boleh memindahbukukan kepemilikan ORI-nya. Kepemilikan ORI020 dapat dipindahbukukan mulai 15 Desember 2021.

Proses pemesanan pembelian ORI-020 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

Bagaimana dengan risikonya?

Sebelum berinvestasi di ORI020 ada baiknya jika kamu memahami tiga risiko mendasar karena seperti halnya instrument investasi di pasar keungan, ORI020 juga memiliki risiko. Berikut adalah rangkumannya.

Risiko gagal bayar (default risk) 

Yaitu risiko di mana investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok.

Risiko pasar (market risk) 

Yaitu Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila Investor menjual ORI di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. 

Risiko likuiditas (liquidity risk)

Yaitu risiko di mana investor tidak dapat menjual/ mencairkan produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. Hanya saja, risiko likuiditas dapat terjadi apabila investor membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual pada harga yang wajar.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai investasi ORI020 melalui BRI, kunjungi website resminya di sini.
 
Cover Photo dok: forbes.com