Kelelahan yang dialami selama menghadapi pandemi yang terus berlangsung membuat sebagian masyarakat mengalami tekanan yang cukup besar dalam beraktivitas sehari-hari. Hilangnya semangat untuk melakukan pekerjaan, tidak adanya dorongan untuk mengekspolorasi berbagai hal baru serta meningkatnya stres merupakan beberapa masalah yang tak dapat terhindarkan. Hal ini tentunya tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Untuk menghindari stres dan burnout, berikut lima tips yang bisa kamu lakukan.

1/5 Jangan melakukan aktivitas secara berlebihan

1.jpgFoto dok: unsplash.com/ @soroushkarimi

Memiliki waktu beristirahat sama pentingnya dengan memiliki waktu poduktif. Bekerja dari rumah bukan berarti kita harus selalu mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif setiap saat. Beristirahat, bersosialisasi dengan keluarga serta meluangkan waktu untuk diri sendiri merupakan indikasi bahwa seseorang menggunakan waktunya secara baik untuk menjaga kesehatan mental dan tubuh.

2/5 Tetapkan batasan

2.jpgFoto dok: unsplash.com/ @convertkit

Sudah bukan hal yang mengherankan lagi jika bekerja dari rumah membuat kita lupa waktu. Untuk menghindari stres dan burnout, tetapkan jadwal dan patuhi hal ini. Memiliki rencana yang jelas tentang kapan harus mulai bekerja dan kapan harus menghentikannya membantu menjaga keseimbangan antara hidup dan pekerjaan. Ketika memiliki waktu luang, pastikan bahwa kamu tidak terhubung dengan gadget dan eksplor berbagai hal baru atau lakukan hobimu. Hal ini juga membantu untuk meredekan stres akibat jadwal pekerjaan yang padat.

3/5 See the good in everything and be grateful

3.jpgFoto dok: unsplash.com/@Brooke Cagle

Bersyukur dan menerima bukan berarti kita menyerah kepada keadaan, tetapi meyakinkan diri bahwa apapun yang kita lakukan dan dapatkan memiliki hikmah yang dapat dipelajari. Di masa pandemi, terutama di masa PPKM ini, banyak dari kita yang mengalami patah semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal tersebut tentunya sangatlah normal. Alih-alih menampik perasaan tersebut, hal yang harus kamu lakukan adalah menerimanya (acknowledge) terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mulai berpikir jernih untuk merespon perasaan tersebut.

4/5 Melihat pandemi dari sudut pandang yang berbeda

4.jpgFoto dok: unsplash.com/@css

Sebelum Covid-19 merajalela, mungkin saja banyak dari kita merasa bahwa hal-hal normal yang selama ini kita jalani merupakan suatu rutinitas yang biasa-biasa saja. Namun semenjak pandemi datang, masyarakat menjadi sadar bahwa ada banyak hal-hal normal seperti kebebasan dalam menghirup udara secara bebas ataupun berkumpul bersama orang yang kita sayang menjadi suatu hal yang tidak tergantikan. Pandemi secara tidak langsung membukakan sebuah ruang dalam pikiran dan hati seseorang untuk bisa lebih menghargai hal-hal kecil serta mengembangkan pribadi mereka untuk menjadi individu yang lebih baik lagi.

5/5 Tingkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesehatan mental

5.jpgFoto dok: unsplash.com/ @thefakebhogra

Di era sekarang, masyarakat sudah banyak yang menyadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana langkah pertama untuk mulai membangun kesehatan mental. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesehatan mental, kamu bisa mengikuti berbagai seminar online atau mendengarkan podcast dari berbagai profesional yang dapat dengan mudah di akses. Tidak hanya itu saja, saat ini ada berbagai channel Youtube yang menggaungkan pentingnya menjaga kesehatan mental seperti talkshow milik Adjie Santosoputro yang dapat kamu lihat di sini.