Puasa di bulan Ramadhan bukanlah hambatan untuk tetap aktif berolahraga dan merasakan manfaat sehat.  Melansir dari Healthline, Chelsea Amengual, ahli Pemrograman Kebugaran & Nutrisi mengatakan ketika puasa glikogen atau karbohidrat yang disimpan kemungkinan besar akan habis, sehingga kamu dapat membakar lebih banyak lemak daripada biasanya. Namun, intensitas olahraga saat puasa harus dikurangi untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Berikut 5 tips tetap rutin berolahraga saat berpuasa yang wajib kamu ketahui. 

 1/5 Olahraga ringan 

3c671f19-deca-4da0-bbc0-0cddca7a0e42.jpgFoto dok: unsplash.com/@esdesignisms

Saat menjalani puasa hindari olahraga yang bisa membuatmu mudah berkeringat. Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, lakukan olahraga ringan seperti jalan santai. Dengan melakukan ini, kesehatan tubuh bisa terjaga terutama kesehatan jantung dan bagian otot serta tulang tanpa harus mengeluarkan keringat terlalu banyak. Pilihlah waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ini seperti di sore hari menjelang buka puasa untuk mencegah kondisi lemas yang terlalu lama. Selain itu, kamu juga bisa mencoba jogging atau bersepeda santai berkeliling rumah. 

2/5 Kurangi waktu berolahraga, namun jangan berhenti

dont stop.jpgFoto dok: unpslash.com/@bruno_nascimento

Hal pertama kali yang akan kita lakukan ketika berpuasa adalah berhenti berolahraga. Namun, jika sebelumnya kamu rutin melakukannya, hal ini tidak dianjurkan karena akan membingungkan tubuhmu dan berat badanmu akan bertambah lebih cepat. Ketika kita mempertahankan masa otot kita selama latihan, tubuh kita membentuk rutinitas. Jadi, tidak masalah jika kamu tidak membentuk otot selama bulan Ramadhan selama kamu mempertahankan exercise yang sudah rutin kamu lakukan.

3/5 Perhatikan asupan makanan dan minuman saat sahur dan berbuka

food.jpgFoto dok: unsplah.com/@maddibazzocco

Agar tubuh tetap bugar dan sehat untuk berolahraga di bulan puasa, perhatikan asupan makanan dan minuman saat sahur dan berbuka. Saat sahur, kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan kaya akan serat karena makanan-makanan ini mampu menyimpan energi lebih lama. Ketika berbuka, kita dianjurkan untuk megonsumsi minuman sehat seperti jus buah. Selain itu, sebisa mungkin hindari gorengan dan makanan yang mengandung minyak karena banyak mengandung lemak jenuh yang sulit diolah tubuh.

4/5 Atur intensitas olahragamu

intensitas.jpgFoto dok: unsplash.com/@johnarano

Jika kamu terbiasa latihan angkat beban selama berolahraga atau melakukan set yang membutuhkan daya tahan yang kuat, maka di bulan puasa ini kamu harus menguranginya. Selama berpuasa selama lebih dari 10 jam, latihan angkat beban yang berat tidak akan menjadi efektif. Sebaliknya, hal ini dapat menyebabkan penyakit. Namun, jangan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang negatif. Dengan cadangan karbohidrat yang menipis karena puasa, kamu tidak akan dapat berolahraga intens secara normal. Pastikan untuk mengubah jadwal olahragamu setelah sahur untuk memaksimalkan asupan karbohidratmu.

5/5 Waktu yang fleksibel

ime.jpgFoto dok: unsplash.com/@lukechesser

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, waktu yang tepat untuk berolahraga adalah setelah sahur karena asupan karbohidrat yang didapatkan dari makanan masih belum terpakai sepenuhnya. Namun, hal ini tidak mungkin dilakukan bagi kamu yang harus bangun pagi untuk bekerja. Oleh karena itu, kamu dapat melakukan olahraga ketika kamu memiliki waktu luang. Jangan memaksakan untuk berolahraga jika kamu terlalu lelah karena hal ini dapat membuatmu kehabisan tenaga dan tidak termotivasi untuk melakukannya lagi di lain hari.