jonathan-borba-1421057-unsplash-1060x710.jpgFoto dok: Simple, Slow & Lovely

Di dunia yang serba cepat dan instan, terkadang kita kerap lupa untuk berhenti sekedar mengehela napas dan menikmati kehidupan dengan segala keindahannya. Dengan jadwal serta aktivitas yang padat, bukan suatu hal mengherankan jika kita berada pada satu titik kejenuhan yang membuat kita merasa burnout. Menyadari akan pentingnya kehidupan yang seimbang dan berkualitas, kini banyak orang menjalani slow living; sebuah gaya hidup yang berfokus pada pendekatan yang lebih lambat terhadap aspek kehidupan sehari-hari. Namun, hal ini bukan berarti mendorong kita untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, slow living memotivasi kita untuk memiliki kesadaran sepenuhnya terhadap sebuah aksi yang kita lakukan dan mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu seperlunya, sewajarnya dan sesuai dengan kemampuan diri sendiri. Dengan kata lain, gaya hidup ini juga mendorong dan mengajarkan kita untuk  bisa memberi makna pada setiap proses dan kehidupan yang dijalani.

Untuk lebih memahami esensi dari gaya hidup ini, ada beberapa prinsip yang dapat kamu pelajari: 

1.     Selalu menikmati kegiatan. Memberi perhatian lebih pada apa yang kita lakukan tanpa tergesa. Hal ini memberikan makna pada hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita.
2.     Memahami prioritas. Melakukan berbagai hal yang hanya perlu dilakukan sehingga kita dapat menikmati waktu yang lebih bermanfaat.
3.     Menyadari kebutuhan alam yang berkelanjutan. Slow living mengajarkan kita untuk menikmati hasil alam dan merawatnya karena pada dasarnya alam lah yang menopang kehidupan kita.
4.     Melakukan satu hal pada satu waktu. Fokus pada satu kegiatan dan lakukan yang terbaik sehingga kita dapat mencapai hasil yang maksimal.
5.     Mengutamakan ketenangan. Slow living mengajarkan kita untuk menikmati momen dan menjalani kehidupan dengan kesadaran penuh. Dengan demikian, kita terlatih untuk memahami dan mengatasi rasa gelisah dan kekhawatiran dengan baik.
6.     Memiliki komitmen yang kuat. Slow living mengajarkan kita untuk berfokus pada apa yang ingin kita capai.

Meski menjalani kehidupan yang lambat, bukan berarti slow living tidak memotivasi kita untuk memiliki target pencapaian untuk diraih. Justru semakin kita melambat, semakin kita dapat lebih menikmati, berfokus dan memperkuat komitmen untuk mencapai tujuan kita.

Jika kamu tertarik untuk mencobanya dan bingung harus memulai dari mana, berikut lima vlog slow living yang dapat menginspirasimu.

1/5 Her 86m2

Her 86m2 adalah kanal YouTube milik Thuy Dao, seorang ibu asal Vietnam yang tinggal di Jerman bersama suami, seorang anak perempuan, dan kucing kesayangannya. Thuy dan suaminya merupakan seorang fotografer dan videographer, sehingga konten-konten yang mereka hadirkan terkesan sangat estetik dan bahkan terlihat seperti film pendek.

Keseharian Thuy sebagai ibu rumah tangga dituangkan dalam karya vlog yang indah dan menenangkan. Mulai dari memasak, berkebun, membeli atau membuat perabotan rumah, hingga dekorasi ruangan, Thuy melakukannya dengan keluarga kecilnya.

Sebelumnya ia tinggal di sebuah apartemen sederhana di mana ia kerap membuay vlog berkebunnya. Kini dirinya telah pindah ke sebuah rumah di pedesaan yang dikelilingi oleh pemandangan danau, hutan dan padang rumput yang mekajubkan.

Hanya dengan menonton konten-konten vlog miliknya, kamu dapat belajar untuk hidup lebih bahagia.

2/5 해그린달 haegreendal

해그린달 haegreendal adalah sebuah channel vlog yang menceritakan keseharian sebuah keluarga kecil di Korea Selatan. Sang ibu yang juga seorang ilustrator kerap mengabdikan berbagai momen kesehariannya mulai dari membersihkan rumah, memasak, bermain dengan anak dan bekerja, yang ditampilkan dengan sangat aestetik. Selain kesehariannya, Haegreendal juga seringkali membuat konten tentang seni menikmati hidup atau slow living yang sangat menenangkan. Baginya, setiap proses dalam kehidupan sangatlah bermakna dan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain kerap membuat kita sering lupa bersyukur atas pencapaian kita.

3/5 Dianxi Xiaoge

Dianxi Xiaoge adalah sebuah vlog yang menceritakan keseharian seorang perempuan yang tinggal di sebuah desa terpencil yang terletak di Provinsi Yunan, Cina. Tidak hanya menghadirkan video memasak, dirinya juga kerap membawa kita menjalajahi desanya yang kaya akan hasil alam. Mulai dari bercocok tanam, mengambil bahan baku sehari-hari di perkebunan, mencari bahan makanan di hutan hingga mempelajari berbagai teknik memasak tradisional, semua videonya membuat siapa saja yang melihatnya ikut terhanyut. Selain itu, kita juga akan diajak untuk menonton kebiasannya yang kerap menyantap makanan bersama keluarga.

4/5 Malama Life

Channel YouTube Malama Life menyuguhkan konsep slow living dari sang pemilik channel yaitu Sophie yang bertempat tinggal di Hawaii. Dalam vlog-nya, ia memberi gambaran kepada kita mengenai seni menghargai apa pun di sekitar kita, bersikap tenang serta menyederhanakan kerumitan.

Melalui channel ini, Sophie juga memberikan tips bagaimana langkah untuk memulai slow living. Ia juga menceritakan alasannya menjalani seni hidup melambat. Tidak hanya itu saja, ia juga turut menampilkan konsep diri yang dianutnya untuk sadar secara penuh, terhadap apa yang sedang ia lakukan dalam kehidupannya. Sesuai dengan tema dari channel-nya taitu Mindfulness, Minimalism, Slow Living!

5/5 Sarah Lê

Sama seperti channel YouTube lainnya, Sarah Lê juga menampilkan berbagai vlog mengenai perjalanannya dalam menerapkan gaya hidup slow living. Selain kegiatan sehari-hari, ia juga kerap juga menyuguhkan konten perpustakaan, book preview, wabi sabi dan rutinitas perjalanannya dari satu tempat ke tempat lain yang ia labeli dengan sebutan silentvlog. Tidak hanya itu saja, videonya juga ditampilkan dengan apik melalui gaya retro yang menawan.