7a353fd5-ca81-40cc-8fa3-3e80bb231172.jpgFoto dok: Unsplash.com/@Dylan Gillis

Menjadi pengusaha, menjalani bisnis dan jadwal meeting yang seakan tak ada henti tentunya dapat mengurangi waktu berkualitas untuk diri sendiri. Pada awalnya dan bahkan setelahnya, kamu mungkin akan merasa tidak memiliki pilihan lain selain mengorbankan sisa hidup untuk bekerja dan berkarier. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, kita dihadapkan pada situasi yang tak menentu dan hal ini sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan mental. Bagi kamu para entrepreneur muda, berikut langkah mudah yang dapat kamu aplikasikan untuk meningkatkan kesehatan mentalmu.

1/7 Journaling 

Menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah. Ada banyak sekali tantangan pekerjaan yang dihadapi setiap harinya. Tanpa terasa, hal ini juga dapat membuat pikiran dan badanmu lelah. Jika kamu ingin mengurangi stress, journaling bisa menjadi salah satu aktivitas yang dapat dilakukan. Luangkan 10 hingga 20 menit waktumu setiap harinya untuk mencatat segala keluh kesahmu. Menulis akan membantumu mengidentifikasi perasaan terpendam dan juga membuatmu terasa lebih lega. Selain itu, jujurlah pada perasaanmu sehingga kamu dapat menemukan inti masalah yang membuatmu lelah.

2/7 Identify your stress

Setelah mengidentifikasi masalah utama yang kamu hadapi, langkah selanjutnya adalah mencoba mencari tahu penyebab utama perasaan stres yang dialami. Dalam bekerja, sangatlah normal untuk merasa tidak baik-baik saja dan adalah hal yang lumrah jika kamu merasa terlalu lelah dan tak termotivasi. Pada umumnya, para entrepreneur mengalami stres yang besar terkait dengan masalah keuangan maupun ketakutan akan masa depan. Oleh karena itu, journaling bisa sangat membantumu untuk mengatasi stres dan mengidentifikasi solusi yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya.

3/7 Learn to split feelings

Ada kecenderungan bagi para entrepreneurs untuk mendefinisikan diri mereka sendiri pada keberhasilan usaha dan bisnis. Namun, hal ini bisa menjadi faktor yang membebani di kemudian hari. Dalam masa sulit, kamu akan lebih sering menghabiskan waktumu secara berlebihan untuk terus bekerja sehingga lupa untuk memiliki waktu istirahat maupun menghabiskan waktu dengan teman serta keluarga. Satu hal yang wajib dipahami, kegagalan adalah hal yang wajar dalam bekerja dan berbisnis. Jadi, luangkan waktu untuk mencitai diri sendiri apapun keadaannya dan sadari bahwa angka-angka pada neraca tidak menentukan self-worth mu.

4/7 Know when to seek help

Dalam dunia serba digital dan media sosial, sangatlah mudah bagi kita untuk merasa harus membuktikan keberhasilan dalam berkarier maupun berbisnis. Hal tersebut boleh saja dilakukan, tapi jangan sampai membuatmu melakukannya demi orang lain. Dalam dunia bekerja, merasakan stres dan depresi adalah hal yang lumrah dan ketika hal tersebut tak dapat lagi ditangani oleh diri sendiri sangatlah penting untuk mencari bantuan profesional. Selain itu, hentikan pemikiran bahwa memiliki gangguan kesehatan mental menjadi sebuah hal yang memalukan. Sebagai manusia, kita harus bisa menerima dan merasakan emosi negatif dan menerimanya dengan tangan terbuka.

5/7 The importance of downtime
 
Make the most of your working hours and find time to rest. Pada umumnya, para entrepeneurs memiliki pemikiran bahwa sukses didapatkan dari bekerja keras dan downtime dianggap sebagai sesuatu hal yang menghabiskan waktu saja. Namun pada faktanya, downtime sangatlah dibutuhkan agar kita dapat kembali bekerja lebih produktif lagi. Pastikan kamu mendapatkan waktu tidur dan berolahraga yang cukup. Memiliki waktu untuk rehat dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan mental serta dapat memotivasimu untuk bekerja lebih giat.

6/7 Improve your mental resilience

Selain mengalihkan fokusmu pada kebahagiaan daripada kepuasan, membangun ketahanan mental akan membantumu dalam melewati berbagai momen terendah saat menjalankan bisnis. Pemilik bisnis yang baik adalah pemimpin yang mampu berpikiran positif dalam mengjadapi kesulitan dan berpikir jernih di tengah situasi negatif yang mungkin akan di luar kendali. Kita semua memiliki kapasitas untuk menjadi individu seperti ini dan hanya perlu latihan serta ketekunan untuk mencapainya.

7/7 Shifting your focus
 
Seperti yang pernah dikatakan penulis buku, Craig Davis pada salah satu wawancaranya, “bisnis adalah marathon, bukan lari cepat”, jadi jalanlah perlahan dan integrasikan berbagai praktek jangka pendek yang telah kami rangkum di atas. Berbaik hatilah dengan diri sendiri dan ketahuilah bahwa kamu tidak pernah sendirian. Akan selalu ada orang-orang yang mendukung kesuksesan dan kebahagiaanmu.