Baru-baru ini, sebuah badan promosi pariwisata di Islandia, Promote Iceland, mengadakan sebuah kampanye pariwisata bertajuk #LetItOutIceland untuk melepas stres yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 dengan melakukan scream therapy secara virtual.

Tak dapat dipungkiri, tahun 2020 merupakan tahun terberat bagi semua warga negara di dunia. Tidak hanya harus menjalankan karantina dan social distancing, berbagai aktivitas termasuk bisnis dan pariwisata terpaksa dihentikan demi menghindari terjangkitnya virus dan meningkatkan keamanan serta kesehatan.

iceland.jpgFoto dok: Inspired by Island

Dilansir dari Iceland Monitor, kampanye wisata ini bertujuan untuk mengurangi stres akibat Covid-19. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Inspired by Iceland di negara-negara lain, sekitar 40 persen responden mengatakan bahwa mereka merasakan gejala stres hebat akibat pandemi dan sebanyak 37 persen mengatakan bahwa kondisi dunia saat ini memiliki dampak negatif pada kesejahteraan mental mereka.

Pihak Promote Island juga mengatakan bahwa kampanye ini tidak hanya diperuntukan bagi warga negara Islandia, tetapi juga warga negara lain yang ingin berpartisipasi. Dalam kampanye ini, para participants akan diminta untuk merekam jeritan mereka yang akan di submit melalui situs web lookslikeyouneediceland.com.

Screen Shot 2020-07-24 at 15.41.28.pngFoto dok: Inspired by Island

Dalam dua minggu ini, Promote Iceland akan mengumpulkan semua rekaman yang nantinya akan diputar melalui pengeras suara di berbagai tempat-tempat indah dan terpencil di Islandia seperti Festarfjall di Semenanjung Reykjanes, pantai Djúpivogur di Islandia Timur, air terjun Skógarfoss di Islandia selatan, Pulau Viðey di Reykjavik, Rauðasandur di Westfjords, mercusuar Kálfshamarsvík, dan gletser Snæfellsjökull.

Setelah kampanye berakhir, para peserta juga akan menerima klip video yang menunjukkan saat rekaman suara mereka diputar.

Menimbulkan kontroversi

Screen Shot 2020-07-24 at 15.44.36.pngFoto dok: Inspired by Island

Meskipun kampanye ini disambut baik di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Irlandia, Inggris dan Jerman, banyak warga Islandia yang mengekpresikan ketidaksenangan mereka melalui media sosial. Beberapa dari mereka menyebutkan bahwa kampanye ini terlihat konyol. Sementara itu, banyak juga warga negara Islandia yang khawatir bahwa suara yang dihasilkan oleh speaker tersebut akan mengganggu kenyamanan mereka. Para warganet pun mengancam untuk mematikan speaker jika suara teriakan tersebut menimbulkan gangguan.

Di sisi lain, psikoterapis dan spesialis kesehatan mental Zoe Aston, mengatakan bahwa kampanye ini patut dicoba. Menurutnya, scream therapy adalah salah satu cara yang efektif untuk melepaskan emosi yang terpendam dan memungkinkan kita untuk terhubung kembali dengan diri kita sendiri.

Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian akan mencobanya?