642895cc-ae0e-40e4-af4e-103031f02cc5.jpgFoto dok: pexels.com

Ketika berbicara mengenai negara-negara paling bahagia di dunia, Skandinavia tentunya akan terlintas di benak kita. Baru-baru ini, Finlandia berhasil mempertahankan gelarnya sebagai negara paling bahagia di dunia selama empat tahun berturut-turut dan hal tersebut juga tak terlepas dari fokus mereka terhadap kesejahteraan dan kepercayaan mereka terhadap pemerintah dalam menangani Covid-19.

Di Denmark, konsep hidup sejahtera juga diterapkan, yang sering kita kenal sebagai Hygge. Dalam bahasa Denmark sendiri, Hygge memiliki arti harafiah yaitu “membuat nyaman” atau “menghibur”, yang dalam Bahasa Inggris diasosiakan sebagai pelukan. Hygge sendiri sulit diungkapkan dengan kata-kata, tidak ada definisinya. Saat ini berbagai buku yang menjelaskan tentang Hygge dan para peneliti mengibaratkan Hygge seperti cinta. Sulit dijelaskan namun bisa dirasakan.

Hygge sendiri sudah dikenal di dunia dan banyak diteapkan oleh orang-orang di berbagai negara. Namun, selain Hygge ada konsep baru yang belakangan ini ramai diperbincangkan yaitu, friluftsliv (diucapkan free-loofts-liv) ––– yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “hidup di udara terbuka”.

Dipopulerkan oleh seorang penulis drama dan penyair Norwegia pada tahun 1850-an, friluftsliv merujuk pada kebutuhan manusia untuk meningkatkan interaksi dengan alam di mana menghabiskan waktu di luar ruangan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.  

Pada dasarnya, friluftsliv mengacu pada hasrat mendalam orang Skandinavia terhadap alam dan budaya yang tertanam kuat untuk pergi ke luar ruangan bahkan dalam cuaca buruk. Beberapa orang melihat konsep ini seperti Forest Bathing yang lebih ekstrem karena mendorong orang untuk memprioritaskan bersantai di alam terbuka dan untuk lebih lama membenamkan diri di lokasi terpencil. Hiking dan berkemah, tentu saja, menjadi agenda utama yang wajib dilakukan untuk benar-benar dapat merasakan friluftsliv.

f655d8a1-75a1-4ac6-aed4-81faf0c88da1.jpgFoto dok: pexels.com 

Tidak hanya itu saja, banyak tempat-tempat kerja di negara Nordik yang memberikan insentif kepada karyawan untuk menerapkan friluftsliv melalui jam kerja yang fleksibel dan bahkan mensubsidi biaya peralatan olahraga. Dan meskipun tidak banyak dari kita yang dapat melakukan lari jarak jauh saat istirahat makan siang di sini, ada baiknya untuk merangkul filosofi ini dengan menjelajah alam terbuka sesering mungkin.

Selain dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental, Friluftsliv juga menampatkan kita pada pola pikir yang positif untuk lebih menghargai alam dan benar-benar merasakan manfaatnya. Beberapa manfaatnya adalah: dapat meningkatkan konsentrasi, mengurangi stress, meningkatkan kebahagiaan, meningkatkan kreativitas dan juga imun sistem.

Source: hk.asiatatler.com